Breaking News:

VIDEO PT KAI Akan Gunakan GeNose Buatan UGM untuk Deteksi Covid-19 di Stasiun

PT Kereta Api Indonesia (Persero) rencananya akan segera memasang alat pendekteksi Covid-19 buatan UGM bernama GeNose C19 di stasiun kereta.

Editor: Murtopo
KOMPAS.COM/YUSTINUS WIJAYA KUSUMA
GeNose pendeteksi Covid-19 karya ahli UGM siap dipasarkan setelah mendapatkan izin edar dari Kementerian Kesehatan. (Foto Dokumentasi Humas UGM) 

WARTAKOTALIVE.COM -- PT Kereta Api Indonesia (Persero) rencananya akan segera memasang alat pendekteksi Covid-19 buatan UGM bernama GeNose C19 di stasiun kereta.

VP Public Relations KAI Joni Martinus mengatakan, langkah tersebut merupakan bentuk dukungan perseroan terhadap karya anak bangsa.

Menurut Joni, PT KAI saat ini tengah menunggu regulasi pemerintah mengenai penggunaan GeNose untuk transportasi.

Berdasarkan Surat Edaran Kementerian Perhubungan Nomor 11 Tahun 2021, para penumpang diwajibkan menunjukkan hasil negatif tes Covid-19 yang dapat dilakukan melalui tiga cara.

Baca juga: Setelah GeNose, Indonesia Ciptakan Alat Tes Covid-19 Lewat Pemeriksaan Air Liur

Baca juga: Sudah Pesan 100 Unit, Ganjar Tak Sabar Segera Gunakan GeNose C19

Tes Cocid-19 bisa menggunakan tes GeNose, rapid test antigen, dan tes polymerase chain reaction (PCR) atau swab test.

Apa perbedaan dari ketiga tes tersebut?

Simak penjelasannya di bawah ini:

Cara kerja tes GeNose dan harga Tes

GeNose merupakan alat deteksi Covid-19 melalui embusan napas yang dikembangkan oleh tim peneliti dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta.

Alat yang per unitnya dipatok dengan harga Rp 62 juta tersebut mampu mendeteksi Covid-19 dalam waktu 3 menit.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved