Breaking News:

VIDEO Pedagang Burung Dibekuk Polda Metro Jaya, Jual Beli Satwa Langka yang Dilindungi

Hewan langka itu adalah satu ekor bayi Orang Utan, tiga ekor Beo Nias dan 3 ekor Lutung Jawa.

Wartakotalive.com/Budi Sam Law Malau
Konpers pengungkapan jual beli satwa langka di Mapolda Metro Jaya, Kamis (28/1/2021). 

WARTA KOTA, SEMANGGI -- Karena memperjual belikan hewan atau satwa langka yang dilindungi, YI, seorang pedagang burung dibekuk aparat Subdit III Sumdaling Ditreskrimsus Polda Metro Jaya.

YI ditangkap di kios burung miliknya di Pasar Sukatani, di Jalan Raya Sukatani, Desa Sukadarma, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi, Selasa (19/1/2021).

Di sana petugas mendapati 7 hewan langka yang dipelihara YI dan siap dijual.

Hewan langka itu adalah satu ekor bayi Orang Utan, tiga ekor Beo Nias dan 3 ekor Lutung Jawa.

Baca juga: Banyak Khasiatnya Bagi Kesehatan Tubuh, Sarang Burung Walet Paling Dicari Saat Pandemi Covid-19

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan pihaknya langsung mengamankan 7 hewan langka yang dilaranh diperjualbelikan dari tangan YI dan berkoordinasi dengan instansi terkait yakni dari Kementerian Lingkungan Hidup.

"Lalu pelaku kami amankan, untuk pengembangan kasus ini lebih lanjut dan mengungkap jaringan jual beli satwa langka dari pelaku," kata Yusri di Mapolda Metro Jaya, Kamis (28/1/2021).

Baca juga: Burung Kesayangan Kabur dari Sangkar, Gadis Cantik Lapor Damkar, 4 Petugas Berjibaku Kejar Burung

Dari hasil penyelidikan kata Yusri diketahui pelaku menyimpan, memiliki, memelihara dan atau memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup dengan cara masuk ke komunitas pecinta satwa lewat media sosial Facebook dan WhatsApp.

"Ini cara pelaku untuk mencari satwa langka yang dilindungi. Ia akan berani membeli jika ada yang menawarkan satwa langka," kata Yusri.

Baca juga: MISTIS! Muncul Burung Gagak Terbang Memutari Rumah Janda Muda Asal Subang yang Tewas Dibunuh di Bali

Setelah dapat kata Yusri pelaku akan menawarkannya lewat media sosial ke komunitas pencinta satwa lainnya.

"Serta memasang status di WhatsApp untuk menarik minat pembeli satwa yang dilindungi," ujar Yusri.

Halaman
12
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Murtopo
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved