Breaking News:

Info DPRD Kota Bogor

Tingkatkan Kualitas Lingkungan Kota Bogor, DPRD Tetapkan Perda Pengelolaan RTH

Kota Bogor yang luas wilayahnya hanya 118,50 Km persegi, saat ini alih fungsi lahan di kota ini sudah pada fase menghawatirkan.

Editor: Ichwan Chasani
Dok. Humas DPRD Kota Bogor
DPRD Kota Bogor telah menetapkan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Penyelenggaraan Ruang Terbuka Hijau (RTH) menjadi Peraturan Daerah (Perda). 

WARTAKOTALIVE.COM, BOGOR — DPRD Kota Bogor telah menetapkan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Penyelenggaraan Ruang Terbuka Hijau (RTH) menjadi Peraturan Daerah (Perda), pada Rapat Paripurna DPRD dipimpin Ketua DPRD Kota Bogor Atang Trisnanto, S.Hut, M.Si. Senin 30 Nopember 2020 lalu.

Penetapan itu menyusul  rampungnya pembahasan hasil Fasilitasi Gubernur Jawa Barat terkait Perda tersebut antara Panitia Khusus (Pansus) pembahas Raperda tentang Penyelenggaraan Ruang Terbuka Hijau (RTH) bersama Pemerintah Kota Bogor beberapa waktu lalu.

Pada kesempatan itu Pansus meminta Pemkot Bogor bahwa dengan diundangkannya Raperda tentang Penyelenggaraan RTH, maka Pemerintah Kota Bogor agar melakukan sosialisasi pada masyarakat dengan mengikutsertakan DPRD Kota Bogor.

Selain itu, Pemkot Bogor juga diminta mengalokasikan anggaran untuk memenuhi capaian RTH baru setiap tahun anggaran sesuai kemampuan keuangan daerah sebagai bagian dari pencapaian RTH Publik seluas 20 persen dari luas wilayah Kota Bogor sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang.

Pasal 29 ayat 2 Undang-Undang tersebut menyatakan bahwa proporsi ruang terbuka Hijau (RTH) untuk wilayah Kota, paling sedikit 30 persen dari luas wilayah kota.  

Anita Primasari Mongan, SE.,M.Si, Ketua Panitia Khusus Pembahas Raperda Tentang Penyelenggaraan RTH
Anita Primasari Mongan, SE.,M.Si, Ketua Panitia Khusus Pembahas Raperda Tentang Penyelenggaraan RTH (Dok. Humas DPRD Kota Bogor)

Sementara itu,  Kota Bogor yang luas wilayahnya hanya  118,50 Km persegi, saat ini alih fungsi lahan di Kota ini sudah pada fase menghawatirkan.

Anita Primasari Mongan, SE.,M.Si, Ketua Panitia Khusus Pembahas Raperda Tentang Penyelenggaraan RTH mengatakan bahwa alih fungsi lahan tersebut sebagai akibat dari pertumbuhan dan perkembangan berbagai sektor.

Pertambahan penduduk di Kota Bogor juga telah membawa dampak terhadap perubahan struktur kota.

"Dampaknya tidak main-main, yakni penurunan kualitas lingkungan dan kecenderungan masyarakat untuk memanfaatkan ruang terbuka hijau untuk berbagai kepentingan lain dengan mengenyampingkan kualitas lingkungan," ujarnya. 

Menurut data di Dinas Pertanian Kota Bogor, lahan pertanian (sawah dan darat) di wilayah Kota Bogor tercatat  seluas 900 hektar, saat ini tersisa hanya sekitar 200 hektar saja. Sementara 700 hektar lahan lainnya telah berubah fungsi menjadi kawasan perumahan dan pusat-pusat bisnis.  Boleh jadi, belakangan  Bogor yang terkenal sebagai Kota sejuk dan nyaman, telah berubah drastis menjadi kota yang penuh polusi.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved