Breaking News:

Berita Depok

Pemkot Depok Mencatat Terjadi 187 Panggilan Gawat Darurat Selama 2020, Pancoran Mas Terbanyak 

Pemkot Depok mencatat terjadi 187 panggilan gawat darurat selama 2020, Pancoran Mas terbanyak.

Penulis: Vini Rizki Amelia
Editor: Dodi Hasanuddin
Wartakotalive.com/Dodi Hasanuddin
Pemkot Depok mencatat terjadi 187 panggilan gawat darurat selama 2020, Pancoran Mas terbanyak. 

WARTAKOTALIVE.COM, DEPOK - Pemkot Depok mencatat terjadi 187 panggilan gawat darurat selama 2020, Pancoran Mas terbanyak.

Selama tahun 2020, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Depok mencatat adanya ratusan laporan melalui telepon di nomor tunggal panggilan darurat (NTPD) 112.

Sebanyak 187 laporan kegawatdaruratan dihimpun NTPD 112 selama masa pandemi Covid-19.

Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Diskomimfo Kota Depok, Nasrudin, mengatakan, ratusan laporan tersebut didominasi oleh kejadian keamanan dan ketertiban umum.

Ratusan laporan tersebut terbagi dalam delapan kategori, yakni bencana alam, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), kriminal, kebakaran, kesehatan, kerusuhan, kecelakaan, keamanan dan ketertiban umum, serta keadaan darurat lainnya.

"Laporan mengenai kejadian keamanan dan ketertiban umum mendominasi dengan 65 laporan, lalu keadaan darurat lain 40 laporan, kecelakaan 25 laporan, bencana alam 21 laporan, kebakaran 18 laporan, kesehatan 7 laporan, KDRT 6 laporan, kriminalitas 3 laporan, dan kerusuhan 2 laporan," papar Nasrudin saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (28/1/2021).

Selama satu tahun itu, Januari 2020 menjadi bulan terbanyak yakni 33 laporan masuk.

Sedangkan Februari 21 laporan, Maret 22 laporan, April 19 laporan, Mei 12 laporan.

Baca juga: Sedang Mengaji Imam Masjid di Depok Mau Ditusuk, Ternyata Kuasa Allah SWT Diperlihatkan

Juni 6 laporan, Juli 13 laporan, Agustus 23 laporan, September 14 laporan, Oktober 5 laporan, November 15 laporan, dan Desember 4 laporan.

"Untuk Kecamatan laporan kegawatdaruratan paling  banyak dari Pancoran Mas dengan 30 laporan, lalu Beji dan Sukmajaya 26 laporan, Cimanggis 21 laporan, Cipayung 20 laporan, Cilodong 19 laporan, Sawangan 15 laporan, Cinere dan Limo 9 laporan, Tapos 8 laporan, serta Bojongsari 4 laporan," paparnya.

Melalui saluran telepon bebas biaya ini, Nasrudin mengimbau masyarakat yang menghubungi NTPD 112 saat sedang terjadi kegawatdaruratan saja, bukan untuk main-main.

"Terbukti sampai saat ini anggota yang bertugas masih menemui panggilan masuk hanya untuk main-main atau iseng," akunya.

 


Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved