Breaking News:

Berita Bekasi

Pemkot Bekasi Larang Kafe dan Restoran Gelar Live Music saat PPKM Jilid 2

Pelarangan menggelar live music dimaksudkan agar masyarakat menghindari kerumunan guna menekan angka penyebaran Covid-19.

Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Feryanto Hadi
Wartakotalive.com/Rangga Baskoro
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Tedy Hafni 

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI -- PPKM jilid dua diberlakukan di Kota Bekasi dari tanggal 25 Januari hingga 8 Februari 2021 mendatang.

Selama diterapkan, pemilik kafe dan restoran boleh membuka usaha hingga pukul 20.00 WIB dan dilarang menggelar acara live music.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Bekasi, Tedy Hafni menjelaskan kebijakan tersebut dibuat agar masyarakat semakin disiplin saat PPKM diberlakukan.

Baca juga: TransJakarta Buka Rute Baru Tanjung Priok-Ancol Barat

"Yang jelas kan adanya PPKM ini kan sebagai upaya untuk meningkatkan lagi ketertiban masyarakat terkait dengan Covid-19 ya," kata Tedy saat dikonfirmasi, Kamis (28/1/2021).

Pelarangan menggelar live music dimaksudkan agar masyarakat menghindari kerumunan guna menekan angka penyebaran Covid-19.

"Kan biasanya kalau live music orang nyanyi, joget, ramai dan akan memancing hal-hal seperti itu. Nanti orang ada yang nyanyi, ada yang joget, apalagi kalau sudah dangdutan, nanti berkerumun lagi, itu lah pertimbangan kita sehingga kita tidak mengizinkan untuk acara live music," ucapnya.

Baca juga: Politikus PDI Perjuangan Dewi Tanjung Umumkan Enam Dosa SBY kepada Bangsa dan Rakyat Indonesia

Tedy memberikan alternatif solusi kepada pemilik kafe agar menyajikan musik dengan cara yang berbeda yakni secara live streaming.

"Ya sementara ini kita untuk acara-acara, tidak seperti itu kebijakannya untuk yang live-live, kecuali dia live streaming, kita menghindari kerumunan," tuturnya.

Pelanggaran terhadap pemberlakuan PPKM bakal dikenakan sanksi administratif hingga pencabutan izin usaha, terlebih lagi Kota Bekasi telah menerbitkan Perda nomor 15 tahun 2020 tentan ATHB.

Baca juga: Sandiaga Uno Optimistis Bisa Lahirkan 244 Desa Wisata Maju, Mandiri dan Tersertifikasi

"Tentunya kita akan melakukan tindakan mulai dari teguran sampai dengan tindakan lain yang sesuai dengan ketentuan yang ada, bisa saja penutupan dan sebagainya. Kami berharap masyarakat, terutama kafe-kafe juga untuk bisa mentaati peraturan yang ada," ungkap Tedy. 

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved