Berita Jakarta

Diduga Masih Ada Korban Lain dari Aksi Penipuan Mantan Polisi yang Dipecat Tidak Hormat

RMF (34) dibekuk aparat di kediamannya di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (22/1/2021), karena kasus penipuan.

Warta Kota/Budi Sam Lau Malau
Polisi gadungan mengaku berpangkat AKBP dihadirkan saat konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Kamis (28/1/2021). Dia mengelabui korbannya dan mengeruk uang Rp 140 juta dari korbannya. Polisi masih menyelidiki kasus ini untuk mencari korban penipuan dari RMF ini. 

WARTAKOTALIVE.COM, KEBAYORAN BARU - Korban lain dari aksi penipuan polisi gadungan, RMF (34),  masih ditelusuri polisi.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus memastikan, polisi masih menyelidiki kasus penipuan polisi gadungan tersebut yang mengaku berpangkat  Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP).

RMF diketahui mantan polisi yang mengalami desersi atau diberhentikan tidak hormat pada 2018 lalu. Pangkat terakhirnya adalah Briptu dan berdinas di Polda Sumatera Selatan.

"Karena diduga sejak itu, ia beraksi melakukan penipuan ke korban lain. Saat ini baru ada satu korban yang melapor, dan diduga masih ada korban lainnya," kata Yusri di Mapolda Metro Jaya, Kamis (28/1/2021).

Polisi gadungan, RMF dibekuk aparat Subdit 3 Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya di kediamannya di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (22/1/2021).

Baca juga: VIDEO Polisi Gadungan di Jakarta Utara Sudah Enam Kali Beraksi, Raup Jutaan Rupiah

Baca juga: Polisi Gadungan di Jakarta Utara Sudah 6 Kali Beraksi, Raup Jutaan Rupiah

RMF mengaku berpangkat ajun komisaris besar polisi (AKBP) telah menipu korbannya hingga mengeruk uang Rp 140 juta.

Pemuda pengangguran itu diketahui sudah menipu seorang pengusaha rental mobil di Jakarta Timur yakni S pada 2020.

RMF merupakan mantan polisi yang mengalami desersi atau diberhentikan tidak hormat pada 2018. Pangkat terakhirnya Briptu dan berdinas di Polda Sumatera Selatan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus menjelaskan, modus penipuan RMF mengaku sebagai perwira polisi berpangkat AKBP bernama Hendra yang berdinas di Mabes Polri. 

Untuk meyakinkan korbannya, RMF mengenakan seragam dinas kepolisian lengkap dengan pangkat AKBP dan senjata airsoft gun saat menemui korban. 

"Ia juga mengaku memiliki jaringan di Bank Dunia dan International Monetary Fund (IMF)," kata Yusri Yunus.

"Dengan jaringannya itu, RMF menawarkan kepada korban untuk mendapatkan pinjaman dana usaha sebesar Rp 3 miliar dengan syarat agunan sertifikat properti," katanya lagi.

Baca juga: 2 Polisi Gadungan Gagal Peras Pemuda Jutaan Rupiah, Sempat Bawa Kabur HP Korban

Baca juga: Pasang Pangkat Bripka Tapi Usia Masih SMA, Ternyata Polisi Gadungan

Saat itu, kata Yusri, korban tidak memiliki sertifikat properti untuk diagunkan.

"Kemudian tersangka RMF berjanji membantu korban membeli unit Apartemen di Bassura city seharga Rp 700 Juta agar sertifikatnya bisa diagunkan untuk mendapat dana Rp 3 miliar," ucapnya.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved