Breaking News:

Berita Jakarta

3.000 Jerat Satwa Langka Ditemukan di Kawasan Konservasi Taman Nasional di Indonesia

Sebanyak 3.000 jerat perangkap dipasang para pemburu satwa liar di kawasan konservasi taman nasional dalam 5 tahun terakhir.

KBRI Bangkok/Tribunnews.com
Ilustrasi orang utan Ung Aing dan Natalee yang diselundupkan ke Thailand pada tahun 2017 akhirnya dipulangkan ke Indonesia, Kamis (17/12/2020). Urang utan merupakan satwa langka yang dilindungi negara. 

WARTAKOTALIVE.COM, KEBAYORAN BARU - Sebanyak 3.000 jerat perangkap dipasang para pemburu satwa liar di kawasan konservasi taman nasional dalam 5 tahun terakhir.

Data tersebut dikemukakan Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam Ekosistem (KSDAE)  Kementerian Lingkungan Hidup Wiratno saat jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Kamis (28/1/2021).

Menurut Wiratno, diduga masih ribuan jerat yang belum ditemukan petugas yang dipasang para pemburu di kawasan hutan nasional  sampai saat ini.

"Memang secara umum kawasan konservasi kita 27,14 juta hektar.  Kalau di Eropa ini seluas Britania Raya. Ini dikelola oleh sekitar 6.000 pegawai kita, tambah 4.000, jadi 10.000 jika dengan yang non ASN," kata Wiratno.

Sedangkan untuk kawasan Taman Nasional Leuser luasnya 800.000 ha.

"Ini salah satu kawasan Taman Nasional yang masuk world heritage. Di sana ditemukan 4 mamalia besar. Ada badak sumatera, harimau sumatera, orang utan sumatera dan gajah," katanya.

Kawasan Leuser dikelilingi lebih dari 11 kabupaten dan lebih dari 70 desa.

Baca juga: VIDEO Pedagang Burung Dibekuk Polda Metro Jaya, Jual Beli Satwa Langka yang Dilindungi

Baca juga: Bayi Orang Utan Dijual Pedagang Burung Seharga Rp 200 Juta di Pasar Gelap Internasional

"Yang kita kembangkan adalah masyarakat melapor. Ini sudah dua tahun ini ada call center-nya untuk seluruh Indonesia. Ini agar masyarakat melapor dan ada quick response."

"Kedua kami kembangkan smart patrol. Yakni 15 hari di hutan per bulan. Petugas terdiri dari enam orang di antaranya unsur masyarakat, polisi hutan, dan mitra kita LSM di sana," ujar Wiratno.

Wiratno mengatakan, ada 3.000 jerat perangkap yang ditemukan, artinya ada 3.000 hewan langka yang diselamatkan.

Halaman
1234
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Intan Ungaling Dian
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved