Pilkada 2020

PROF DENNY Indrayana Minta MK Batalkan Kemenangan Sahbirin Noor di Pilkada Kalimantan Selatan 2020

Denny Indrayana minta hakim MK batalkan kemenangan pasangan Sahbirin Noor-Muhidin yang telah ditetapkan oleh KPU Kalimantan Selatan.

Editor: Suprapto
photocollage/wartakotalive.com/kompas.com/tribunnews
Denny Indrayana minta hakim MK batalkan kemenangan pasangan Sahbirin Noor-Muhidin yang telah ditetapkan oleh KPU Kalimantan Selatan. Sidang gugatan Denny Indrayana kemarin mulai digelar di Mahkamah konsitusi. 

Menurut Denny Indrayana, kecurangan yang diduga dilakukan pasangan Sahbirin Noor-Muhidin tak hanya terjadi sebelum dan saat pemungutan suara saja, tetapi juga setelah pencoblosan selesai.

"Pada saat setelah dan saat pemungutan pun terjadi kecurangan melaui perusakan suara saya, pengaturan suara di tingkat PPK," katanya.

Beberapa pelanggaran itu telah disampaikan dalam permohonan gugatan yang digelar kemarin.

Menurut Denny, meski sudah dilakukan berbagai kecurangan oleh petahana, penggunaan anggaran, birokrasi, pengaturan suara, dan money politics,  selisih suara hanya 8.000-an  atau tak sampai 0,5 persen.

Karena itu, Denny berharap hakim Mahkamah Konstitusi melakukan diskualifikasi atas kemenangan petahana yang telah diputus KPU Kalse.

Apalagi, katanya, petahana didukung oleh kekuatan oligarki dan koruptif dan kolutif untuk mempertahankan bisnis di Kalsel yang akhirnya membuat suasa sosial masyarakat tak kondusif.

"Praktik bad governance di Kalsel harus dihentikan," ujarnya.

Baca juga: REAL Count KPU Hasil Pilkada 2020 Mengejutkan, Denny Indrayana Unggul atas Gubernur Sahbirin Noor

Bukti Kecurangan Dipaparkan dalam Sidang MK

Sementara itu, sidang perdana perkara Perselisihan Hasil Pemilihan (PHP) Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) Tahun 2020 digelar Mahkamah Konstitusi (MK) pada Selasa (26/1/2021) pagi pukul 08.00 WIB.

Seperti diberitakan website resmi MK, MKRI.id, permohonan perkara PHP Gubernur Kalsel diajukan oleh Pasangan Calon (Paslon) Nomor Urut 2 Denny Indrayana dan Difriadi (Denny-Difri).

Sidang perkara Nomor 124/PHP.GUB-XIX/2021 ini dilaksanakan oleh Panel Hakim Konstitusi Aswanto (Ketua Panel) Bersama dua Anggota Panel Hakim Konstitusi Suhartoyo dan Hakim Konstitusi Daniel Yusmic P. Foekh.

Sejumlah dalil disampaikan Pasangan Denny-Difri dalam persidangan yang digelar secara daring dan luring dengan protokol kesehatan yang cukup ketat dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19.

Pasangan Denny-Difri berkeberatan terhadap penetapan Keputusan KPU Provinsi Kalimantan Selatan Nomor 134/PL.02.6-Kpt/63/Prov/XII/2020 tentang Penetapan Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Selatan Tahun 2020 tanggal 18 Desember yang menetapkan Paslon Nomor Urut 1 Sahbirin Noor dan Muhidin sebagai pemenang pilkada (Sahbirin-Muhidin).

“Pemohon mempersoalkan tingkat kehadiran 100 persen di beberapa TPS di tengah partisipasi  masyarakat dalam pemilu yang sedang menurun. Selain itu, ada bukti kecurangan dimana KPPS mencoblos lebih dahulu surat suara Paslon Nomor Urut 1,” kata kuasa Pemohon, T.M. Luthfi Yazid, didampingi kuasa Pemohon lainnya Muhammad Raziv Barokah.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved