Breaking News:

Berita Depok

Pemkot Depok Akui Pandemi Covid-19 Jadi Penyebab Tak Maksimalnya Pengangkatan Sampah 

Pemkot Depok akui pandemi Covid-19 jadi penyebab tak maksimalnya pengangkatan sampah. 

Wartakotalive.com/Vini Rizki Amelia
Pemkot Depok akui pandemi Covid-19 jadi penyebab tak maksimalnya pengangkatan sampah. 

WARTAKOTALIVE.COM, DEPOK - Pemkot Depok mengakui pandemi Covid-19 menjadi penyebab tak maksimalnya pengangkatan sampah.

Pembersihan sampah yang berlokasi di Kali Baru, Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis, Depok, Jawa Barat terlah dilakukan  sejak dua minggu terakhir.

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Depok berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok membersihkan sampah tersebut.

Namun, banyaknya sampah yang menyelimuti permukaan kali membuat DPUPR yang menerjunkan satuan tugas (satgas) kerepotan.

Kolaborasi keduanya juga bertujuan untuk memercepat proses pembersihan agar di musim penghujan ini Kali Baru dapat berfungsi dan menghindari terjadinya banjir lantaran aliran alir terhalang tumpuhan sampah.

“Ya, kami terus berkolaborasi dengan DPUPR untuk mengangkat sampah di Kali Baru. Kegiatan ini sudah berjalan kurang lebih dua pekan,” papar Kepala DLHK Kota Depok Etty Suryahati saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (27/1/2021).

Etty mengatakan, pihaknya mengerahkan armada berupa dua truk sampah yang mengangkut sampah di Kali Baru ke tempat pembuangan akhir (TPA) Cipayung, Depok.

“Satuan Tugasnya dari DPUPR sebanyak 30 orang, armadanya dari kami (DLHK). Jadi saling kerja sama,” akunya.

Baca juga: Kali Baru Depok Jadi Daratan Sampah, 2 Alat Berat Dikerahkan Untuk Membersihkannya

Selain fokus pembersihan di lokasi yang sempat viral setelah dipoating sebuah akun komunitas Kota Depok, Etty menyatakan bahwa pihaknya juga melakukan pengangkatan sampah di setiap pintu air.

Akan tetapi, pandemi Covid-19 yang belum juga usai, membuat DLHK membatasi aktivitas para petugasnya, sehingga membuat pengangkutan sampah tersebut tak berjalan maksimal.

Pandemi Covid-19 juga dikatakan Ety berpengaruh terhadap volume sampah bertambah, sebab, kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) membuat sampah rumah tangga mendominasi.

“Sumber sampah biasanya dari rumah tangga, terlebih saat ini ada kebijakan Work From Home (WFH). Kami mengimbau masyarakat tidak konsumtif dan membuang sampah sembarangan,” tuturnya.

Penulis: Vini Rizki Amelia
Editor: Dodi Hasanuddin
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved