Breaking News:

Vaksinasi Covid19

Pemkot Bogor Terima 9.160 Dosis Vaksin Covid-19 Tahap 2, untuk Pejabat Publik, Nakes, dan Nonnakes

Pemkot Bogor terima 9.160 dosis vaksin Covid-19 tahap 2, untuk pejabat publik, nakes, dan nonnakes

Instagram@pemkotbogor
Pemkot Bogor terima 9.160 dosis vaksin Covid-19 tahap 2, untuk pejabat publik, nakes, dan nonnakes. 

WARTAKOTALIVE.COM, BOGOR - Pemkot Bogor menerima 9.160 dosis vaksin Covid-19 tahap 2, untuk 10 pejabat publik, tenaga kesehatan (nakes), dan nonnakes.

Vaksin Sinovac ini tiba di Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, Selasa (26/1/2021) sekira pukul 12.20 WIB.

Sekretaris Dinkes Kota Bogor, Erna Nuraena, mengatakan, pihaknya telah menerima vaksin Sinovac tahap kedua sebanyak 5 box dengan jumlah 9.160 dosis.

Vaksin tersebut khusus untuk pejabat publik VVIP (10 orang) dan 9.150 untuk tenaga kesehatan dan nonkesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan yang ada di Kota Bogor.

“9.160 dosis vaksin Covid-19 ini untuk penyuntikan tahap kedua dengan sasaran yang 2 minggu lalu sudah dilakukan penyuntikan. Insya Allah hari Kamis (28/1) nanti kami akan lakukan penyuntikan kedua,” katanya dilansir dari Instagram@pemkotbogor.

Erna menjelaskan, vaksin Sinovac ini harus diberikan sebanyak 2 kali, masing-masing 0,5 cc dengan jarak 14 hari.

Penyuntikan pertama dilakukan untuk merangsang pembentukan antibodi.

Baca juga: Tangani Pandemi Covid-19, Ketua DPRD Kabupaten Bogor Rudy Susmanto Dorong Puskesmas Jadi RS Tipe D

Kemudian penyuntikan kedua untuk mengakselerasi terbentuknya antibodi sampai di titik tertentu yang cukup optimal untuk bisa melindungi seseorang yang divaksin dari gejala yang berat.

“Yang perlu diingat adalah orang orang yang divaksin Covid-19 ini bukan berarti tidak mungkin tertular atau tidak mungkin tidak menularkan karena vaksin tidak mencegah orang tertular. Jadi orang yang sudah divaksin tetap harus melakukan 5 M,” tegasnya.

Menurut Erna, orang yang sudah divaksin masih bisa tertular dan masih bisa menularkan ke orang lain.

Namun, ketika tertular diharapkan gejalanya tidak berat, karena sudah punya kekebalan tubuh untuk melawan virus.

“Kalau orang yang belum divaksinasi mungkin pada saat terinfeksi virus-virus perlu waktu, bahkan ada yang sampai seminggu antibodinya terbentuk sehingga infeksinya menjadi berat, tapi kalau yang sudah divaksin dalam 24 jam dia sudah terbentuk antibodi bisa langsung melawan virus,” katanya.

Penulis: Dodi Hasanuddin
Editor: Dodi Hasanuddin
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved