Breaking News:

Persija Jakarta

Kompetisi Belum Digelar, Bek Sayap Kanan Persija Marco Motta Masih Betah Membela Tim Macan Kemayoran

Hingga kini, kompetisi Liga 1 2021 dan Liga 2 2021 memang belum kunjung digelar, namun bek sayap kanan Persija Jakarta, Marco Motta, betah di Oranye.

Editor: Sigit Nugroho
persija.id
Bek sayap kanan Persija Jakarta, Marco Motta. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Hingga kini, kompetisi Liga 1 2021 dan Liga 2 2021 memang belum kunjung digelar, namun bek sayap kanan Persija Jakarta, Marco Motta, betah di Oranye.

Pemain asal Italia itu baru merasakan kompetisi di Indonesia bersama Persija pada awal-awal kompetisi Liga 1 2020.

Namun, Marco Motta harus sabar menunggu merumput bersama Ismed Sofyan dan kawan-kawan setelah PSSI menghentikan kompetisi Liga 1 musim ini akibat tidak dapat izin dari pihak kepolisian, karena kasus positif virus corona (Covid-19) di Tanah Air masih tinggi.

Meski hanya sebentar saja merasakan atmosfer pertandingan bersama Persija, Marco Motta menegaskan bahwa dirinya sudah jatuh hati kepada Persija dan The Jakmania.

Marco Motta pun tidak ingin pergi dari Persija, karena dirinya merasa senang membela Macan Kemayoran.

Pemain berusia 34 tahun tersebut mengaku akan bertahan di Persija Jakarta selama diberikan kesempatan.

“Untuk sejauh ini, saya masih jatuh cinta dengan Persija. Saya tentu ingin bermain lebih lama lagi di Persija. Apalagi, saya banyak merasakan momen dan hubungan yang baik selama di tim ini baik itu bersama pemain, pelatih, maupun manajemen,” kata Marco Motta dikutip dari persija.id.

Sebelumnya, Marco Motta tampil baik bersama Persija pada musim 2020.

Penampilan perdananya dimulai pada Turnamen Gubernur Jatim, yang berhasil membawa Persija hingga partai final.

Penampilan apiknya berlanjut di Liga 1 2020.

Selama dua pertandingan awal membela Macan Kemayoran, mantan penggawa Juventus itu berhasil mencatatkan satu assist.

“Tidak hanya itu, saya juga merasa dukungan besar dari The Jakmania membuat gairah sepak bola saya kembali tumbuh dan itu salah satu alasan saya betah bermain di Persija,” tutup Marco Motta.

Cerita Juru Masak Persija

Di saat Marco Motta mengutarakan ingin bertahan di Persija, meski harus menunggu kepastian kompetisi dari PSSI, ada sosok yang lumayan penting di dalam Persija.

Dia adalah Syarifudin Ahmad atau yang lebih dikenal dengan Pak Udin.

Dia menjadi aktor utama di balik dapur Persija yang selama ini selalu memberi asupan makanan untuk pemain.

Syarifudin bergabung ke Persija setelah mess Persija pindah dari Pamulang, Tangerang Selatan, ke wilayah Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur yang merupakan tempat PS AU berlatih.

Dia resmi endapat kepercayaan dari manajemen Persija untuk menjadi juru koki tim Persija sejak 2017.

“Tugas saya memenuhi kebutuhan makanan baik untuk pemain maupun ofisial selama di mess, terutama saat mereka selesai menjalani latihan. Total saya masak untuk 40 orang lebih untuk makan pagi, siang, dan malam plus snacknya,” kata Udin.

Demi gizi yang sehat untuk para pemain, Pak Udin harus selalu berkoordinasi dengan dokter tim Persija yaitu Donny Kurniawan.

“Untuk asupan gizi dari masakan, saya selalu koordinasi dengan dokter tim. Itu harus, apalagi jelang pertandingan, saya selalu berdikusi dengan dokter Donny agar pemain tetap fit saat bermain,” ujar Udin.

Pak Udin yang sudah hampir 3 tahun menjadi juru masak di Persija punya pengalaman tidak terlupakan, salah satunya yaitu saat dirinya ikut melancong ke Bali saat Persija bertandang ke markas Bali United.

"Waktu itu saya diajak away ke Bali. Karena saya ikut para pemain dan manajer saat itu memerintah saya untuk memasak saat menginap di salah satu hotel di Bali,” tutupnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved