Virus Corona Tangsel

Kepala Badan Kepegawaian Tangsel Sebut Ada Empat ASN yang Meninggal Akibat Covid-19

Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Tangsel, Apendi, mengatakan sudah ada empat orang ASN yang meninggal akibat Covid-19.

Editor: Valentino Verry
Warta Kota/Rizki Amana
Kepala BKPP Kota Tangsel, Apendi, mengatakan sudah ada empat orang ASN yang meninggal akibat Covid-19. 

WARTAKOTALIVE.COM, TANGSEL - Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Tangsel, Apendi, mengatakan sudah ada empat orang ASN yang meninggal akibat Covid-19.

Menurut Apendi, ini sebagai bukti bahwa pandemi virus corona sungguh luar biasa dan berbahaya. Sejak kasus pertama terkuak pada Maret 2020 lalu, hingga saat ini Januari 2021, sebanyak 131 pegawai Pemkot Tangsel terpapar Covid-19 dari berbagai dinas dan badan.

Dari 131 korban Covid-19 itu, empat di antaranya meninggal dunia. Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Tangsel, Apendi, mengungkapkan, data tersebut baru diketahuinya belum lama ini ketika Satgas Covid-19 di tingkat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dibentuk.

"Kemarin saya catat sampai 131 kan, tapi kan sudah ada yang sembuh, kaya di saya (BKPP) dulu ada 11 sekarang sudah sembuh semua. Rekapan dari Maret sampai tanggal 25 Januari," ujar Apendi di Kantor Pemkot Tangsel, Jalan Maruga, Ciputat, Rabu (27/1/2021).

Dari terkonfirmasi positifnya sejumlah pegawai bahkan sampai menutup operasional kantor OPD.

Yang terbaru, kantor Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimta) ditutup sementara selama tiga hari sejak Senin (25/1/2021).

"Saya (BKPP) dulu kan pernah, karena kan waktu itu sampai tujuh orang, tapi kan kita betul-betul disemprot dijaga, makanya tugas Satgas, saya, yang masing-masing di OPD itu dijaga, dosemprot setiap sore, pakai masker," kata Apendi.

Apendi hanya bisa berharap para pegawai pemerintah bisa menerapkan protokol kesehatan dengan ketat sehingga terhindar dari ganasnya Covid-19

Bagi pegawai yang bekerja dari rumah atau work from home (WFH) juga diimbau tidak keluyuran.

"Intinya titip kepada teman-teman ASN protokol kesehtan dijaga dengan baik, yang di rumah, di rumah saja jangan keluyuran," imbaunya.

Pemkot Tangsel menyiapkan 167 titik atau tempat vaksinasi Covid-19. Sekretaris Dinas Kesehatan Tangsel, Allin Hendalin Mahdaniar, mengatakan lokasi vaksinasi tersebut bukan saja rumah sakit, melainkan juga klinik, puskesmas dan praktik mandiri. 

"Untuk di Tangsel ada 28 Rumah Sakit, 47 Klinik, 63 Praktik Mandiri, 29 Puskesmas, dengan total tempat yang siap melakukan vaksinasi Covid-19 sebanyak 167 tempat," papar Allin.

Lebih lanjut, Allin menjelaskan, vaksin ini akan diberikan kepada masing-masing orang sebanyak dua dosis dengan masa interval 14 hari.

Sementara, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Tangsel, Deden Deni, memaparkan, vaksin akan disuntikkan kepada tenaga kesehatan (nakes), aparat TNI, Polisi dan Satpol PP mulai 14 Januari 2021.

“Kita akan memberikan vaksin covid ini secara bertahap kepada 12.711 orang yang terdiri dari nakes, TNI, Polri, Satpol PP, mulai 14 Januari,” jelas Deden.

Mempersiapkan vaksinasi tersebut, sejumlah nakes juga disiapkan sebagai vaksinator. Mereka tengah menjalani pelatihan proses vaksinasi dengan bimbingan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Saat ini, vaksin bernama Sinovac yang diimpor dari Cina itu masih disimpan di Gudang Farmasi Provinsi Banten. Deden belum mengetahui kapan akan mulai didistribusikan ke Tangsel. 

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved