Breaking News:

Berita Internasional

Abaikan Suku Pribumi, Biden Berencana Larang Proyek Pengeboran Minyak dan Gas Baru di Tanah Federal

Saat ini sekitar 12 persen wilayah AS dilestarikan sebagai taman nasional, hutan dan monumen, sebagian besar karena kebijakan Presiden Theodore

ROBERT DEUTSCH/USA TODAY
Joe Biden berpidato usai dilantik sebagai Presiden ke-46 Amerika Serikat (AS), Rabu (20/1/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden dikabarkan akan melarang sewa lahan pengeboran minyak dan gas baru di tanah federal.

Ia bahkan mengabaikan protes dari beberapa kelompok Pribumi Amerika.

Biden akan menandatangani perintah eksekutif yang dinantikan secara luas ini pada hari Rabu waktu setempat.

Dikutip dari laman Sputnik News, Rabu (27/1/2021), sumber-sumber yang enggan disebutkan namanya mengatakan, Biden segera memutuskan bahwa 30 persen luas daratan dan perairan AS akan ditempatkan di bawah status konservasi pada tahun 2030, yang dijuluki kebijakan '30 kali 30'.

Baca juga: Bincang Perdana Putin Dengan Joe Biden, Bahas Normalisasi Hubungan AS-Rusia yang Sempat Memanas

Kebijakan ini menempatkan area tersebut 'terlarang' untuk ekstraksi bahan bakar fosil, penebangan dan pertanian.

Saat ini sekitar 12 persen wilayah AS dilestarikan sebagai taman nasional, hutan dan monumen, sebagian besar karena kebijakan Presiden ke-26 AS Theodore Roosevelt.

Biden sebelumnya telah mencabut izin untuk proyek pipa minyak Keystone XL yang sebagian dibangun untuk beroperasi dari Kanada Tengah ke Selatan melalui US Midwest.

Baca juga: China Geser AS soal Penanaman Modal Asing, Hasilkan Miliaran Dolar AS Saat Pandemi

Pengerjaan pipa di South Dakota di bawah pemerintahan Presiden ke-44 AS Barack Obama, saat Biden menjabat sebagai Wakil Presiden, telah memicu protes dari suku Sioux dan Oglala Lakota.

Suku ini keberatan dengan rutenya yang melintasi danau di tanah mereka, karena kemungkinan akan terjadi polusi.

Sementara pekan lalu, Suku Indian Ute menuliskan surat untuk Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Dalam Negeri AS Scott de la Vega, yang mendesak pemerintah Biden untuk membebaskan tanah di negara bagian Utah dari kebijakan larangan pengeboran.

Baca juga: Biden Ragu Senat AS Berikan Cukup Suara Untuk Bisa Makzulkan Donald Trump

Baca juga: Senator Partai Republik: Sidang Pemakzulan Kedua Trump Dapat Picu Lebih Banyak Pemakzulan

Halaman
12
Editor: Feryanto Hadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved