Breaking News:

Soal Pernyatakan Ali Lubis, Lukmanul Hakim Pertanyakan Komunikasi Politik Internal Partai Gerindra

Jika alasannya karena pandemi Covid-19, tentu ini dianggap aneh karena penyebaran virus corona tidak hanya terjadi di Jakarta

istimewa
Anggota DPRD DKI Jakarta Lumanul Hakim . 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Legislator DKI Jakarta merasa heran dengan sikap salah satu kader Partai Gerindra yang meminta Anies Baswedan mundur dari jabatannya sebagai Gubernur DKI Jakarta. Pasalnya Partai Gerindra merupakan pengusung pasangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno dalam ajang Pilkada 2017.

Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta Lukmanul Hakim mempertanyakan, komunikasi politik yang ada di internal Partai Gerindra. Kata dia, seharusnya tingkat DPC mengikuti kebijakan yang dikeluarkan DPD dan DPP dalam sikap politiknya.

“Ali Lubis itu kan kader Gerindra yang mengusung Anies sebagai Gubernur. Sekarang, aneh saja partai pengusung tapi minta Anies mundur,” kata Lukmanul berdasarkan keterangan yang diterima pada Selasa (26/1/2021).

Baca juga: Sebanyak 4.652 Tenaga Kesehatan Kota Bekasi Rampung Disuntik Vaksin Covid-19 Sinovac

Baca juga: Karena Alasan Ini, Neta S Pane Pesimis Kapolri Baru Bisa Penuhi Janji-janjinya

Lukmanul mengatakan, kalaupun ada kritik harusnya Ali memanfaatkan jalur khusus melalui partainya sendiri. Bukan menyampaikan kritik pedasnya itu kepada media. “Atau jangan-jangan memang komunikasi di internal Gerindra gak beres,” imbuhnya.

Politisi PAN ini lalu mengingatkan Ali, bahwa Wagub DKI Jakarta sekarang yakni Ahmad Riza Patria merupakan rekannya di Partai Gerindra. Bahkan jabatan Ariza juga lebih tinggi dibanding Ali, yaitu Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta.

“Ali harusnya paham, serangan dia ke Anies sama saja menyerang rekannya sendiri di Gerindra. Jadi sudah betul kalau Gerindra tegur dia,” ungkapnya.

Tidak hanya dari sisi etika, Lukmanul turut mempertanyakan motif kritik Ali yang sesungguhnya. Jika alasannya karena pandemi Covid-19, tentu ini dianggap aneh karena penyebaran virus corona tidak hanya terjadi di Jakarta, tapi juga sebagian besar Indonesia, bahkan dunia.

Lukmanul berharap manuver seperti ini dihentikan, karena Pemprov DKI membutuhkan dukungan penuh untuk mengatasi pandemi. “Pandemi ini persoalan bersama, jadi ayo kita dukung kerja pemerintah. Jangan caper (cari perhatian-red) deh,” katanya.

Seperti diketahui, Ketua DPC Partai Gerindra Jakarta Timur Ali Lubis meminta Anies mundur dari jabatannya sebagai Gubernur. Hal itu dikatakan Ali berdasarkan keterangan yang diterima.

Awalnya Ali menyoroti banyaknya peraturan dan ancaman sanksi yang dirumuskan Anies namun tidak mampu meredam penyebaran virus. Bahkan rem darurat pun dilakukan, tapi tetap tak maksimal hasilnya.

Baca juga: Tips Aman untuk Anak Menggunakan Internet di Gadget

Baca juga: Wakil Bupati Bogor Siap Jadi Penerima Vaksin Covid-19 Pertama di Kabupaten Bogor

Sampai pada akhirnya tersiar kabar Anies meminta pemerintah pusat untuk mengambil alih kordinasi penanganan covid-19 di Jakarta. Alasan pemerintah pusat mengambil alih supaya ada peningkatan fasilitas kesehatan di Rumah Sakit di sekitar daerah penyanggah Jakarta tidak tepat.

Sementara pasien dari luar Jakarta yang datang ke rumah sakit akibat terpapar virus Covid-19 karena banyaknya rumah sakit rujukan di Jakarta sebagaimana Keputusan Gubernur Nomor 492 tahun 2020 tentang perubahan atas Keputusan Gubernur No. 378 tahun 2020 tentang Penetapan Rumah Sakit Rujukan Penanggulangan Penyakit Coronavirus Disease (Covid-19).

“Terkait hal di mana Anies meminta pemerintah pusat untuk mengambil alih kordinasi Penanganan Covid 19 di Jakarta, menimbulkan pertanyaan besar apakah Anies nyerah lawan Covid-19? Jika seperti itu maka sebaiknya mundur saja dari Jabatan Gubernur,” kata Ali.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Agus Himawan
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved