Virus Corona Tangsel

Kepala TPU Jombang Sebut Pemakaman Jenazah Infeksi Covid-19 Capai Rekor di Januari 2021

Kepala TPU Jombang, Ciputat, Kota Tangsel, Tabroni, mengatakan jumlah pemakaman korban virus Covid-19 mencapai rekor di Januari 2021.

Penulis: Rizki Amana | Editor: Valentino Verry
Wartakotalive.com/Rizki Amana
Prosesi pemakaman jenazah infeksi Covid-19 di TPU Jombang, Ciputat, Kota Tangsel. Jumlah pasien Covid-19 kian banyak di bulan Januari 2021 ini. 

WARTAKOTALIVE.COM, TANGSEL - Kepala TPU Jombang, Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Tabroni, mengatakan jumlah pemakaman korban virus Covid-19 mencapai rekor di Januari 2021.

Pasalnya, jumlah pemakaman jenazah infeksi Covid-19 tercatat tertinggi pada bulan ini sejak pandemi virus corona melanda Indonesia pada Maret 2020 silam. 

"Januari sampai hari total 119 jenazah yang sudah kami makamkan, Desember (2020) 117. Jadi sudah meledak di 119 angkanya," kata Tabroni, Selasa (26/1/2021).

Tabroni menuturkan hampir setiap harinya tercatat enam hingga tujuh jenazah infeksi Covid-19 di TPU Jombang. Namun, dari sekian pemakaman yang berlangsung tak hanya dikhususkan bagi warga ber-KTP Tangsel, melainkan warga yang berdomisili di wilayah pimpinan Airin Rachmi Diany itu. 

"Rata-rata enam sampai tujuh pemakaman. Semua warga yang berdomisili di Tangsel walau dia KTP non Tangsel yang domisili di Tangsel kita bisa makamkan di Tangsel," jelasnya. 

Sementara itu, dilansir dari laman lawancovid19.tangerangselatankota.go.id. tercatat 5.174 kasus infeksi virus corona pada 25 Januari 2021.

Dari data tersebut tercatat penambahan kasus sebanyak 291 pada Senin, 25 Januari 2021. Adapun dari jumlah tersebut tercatat 4.333 sembuh, 590 orang menjalani perawatan intensif, dan 251 meninggal dunia.

Akan tetapi, di saat tenaga penggali makam sangat dibutuhkan, mereka justru menggelar aksi demo di TPU Jombang, Ciputat.  Aksi demo itu dipicu, penggali makam belum menerima upah dari pekerjaan yang telah dilakoninya. 

Kepala Seksi Pemakaman Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimta) Kota Tangsel, Nazmudin, mengatakan aksi demo sejumlah tenaga penggali pemakaman itu dilakukan akibat adanya perubahan sistem pembayaran yang dilakukan pihaknya. 

"Untuk hari ini mereka, rencananya kita bayar perminggu, katakanlah hutang jadi mereka punya tabungan dua lubang, mau dibayar di akhir minggu ini. Jadi, demo itu karena mau dibuat sistem dari harian bayarannya menjadi tiap minggu," kata Nazmudin.

Nazmudin menuturkan aksi demo tersebut lantaran sejumlah penggali itu meminta upah usai memakamkan dua jenazah infeksi Covid-19 pada hari ini. 

Namun, pihak pengelola memaparkan bahwa sistem pembayaran bakal berubah dari sebelumnya yang dilakukan secara harian. 

Sebab, pada tahun 2021 ini pihak pengelola mengaku merubah sistem pembayaran secara harian menjadi mingguan. Kendati demikian, Nazmudin mengaku bila keterlambatan upah para penggali itu ditengarai belum diterimanya dana tersebut dari Pemerintah Kota Tangsel. 

Menurutnya, pihaknya saat ini telah mengajukan sejumlah biaya tersebut namun belum mendapat respon dari Pemkot Tangsel. 

"Sambil menunggu dana BTT (Biaya tak terduga) nya turun. Ini dana talangan nih yang kita bayarkan kepada mereka tiap minggu ini. Kalau dana sudah turun mah mau dibayarkan tiap hari atau minggu juga tidak ada masalah," jelasnya. 

Dinas Perkimta dan pengelola TPU Jombang langsung merespons adanya aksi demo itu dengan mengumpulkan sejumlah para penggali makam. 

Makmur, salah satu penggali makam langsung meninggalkan lokasi usai kelarnya pertemuan tersebut akibat upah ya tersebut belum juga dibayarkan pihak Disperkimta. 

"Enggak dapat bayaran mending pulang saja," ucap Makmur, yang langsung menancap gas motornya untuk meninggalkan lokasi TPU Jombang, Ciputat, Kota Tangsel.

Diketahui, upah dari satu lubang makam bernilai Rp 1 juta dengan tenaga yang digunakan sebanyak lima orang penggali.  Sedangkan, TPU khusus jenazah infeksi Covid-19 memiliki 10 tenaga penggali makam yang berstatus aktif.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved