Breaking News:

Kriminalitas

Dinilai Penuhi Unsur Dakwan, Fikri Salim dan Rina Yuliana Dituntut Delapan Tahun Penjara

Dinilai Penuhi Unsur Dakwan, Fikri Salim dan Rina Yuliana Dituntut 8 Tahun Penjara. Berikut Selengkapnya

Istimewa
Sidang terdakwa Fikri Salim dan Rina Yuliana dalam kasus dugaan pemalsuan surat di Pengadilan Negeri Bogor, Bogor, Jawa Barat pada Selasa (26/1/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, SEMANGGI - Jaksa penuntut umum (JPU) Pengadilan Negeri (PN) Bogor menuntut terdakwa Fikri Salim dan Rina Yuliana dalam kasus dugaan pemalsuan surat, dengan delapan tahun penjara. 

Keduanya dinilai berbelit-belit dan berbohong dengan tidak mengakui perbuatannya.

"Atas dasar barang bukti dan sejumlah saksi yang telah didengarkan kesaksiannya, kami yakin terdakwa Fikri Salim dan Rina Yuliana terbukti bersalah dan meminta agar keduanya dihukum selama delapan tahun penjara," kata JPU Heriyadi saat membacakan tuntutannya di Pengadilan Negeri (PN) Bogor pada Selasa (26/1/20). 

Sidang dengan nomor perkara 280/Pid.B/2020/PNBGR untuk terdakwa Fikri Salim dan No: 280/Pid.B/2020/PNBGR untuk Rina Yuliana ini dilaksanakan secara virtual dengan Ketua Majelis Hakim Arya Putra Negara Kutawaringin, Hakim Anggota Edi Sanjaya Lase dan Edwin Adrian serta Panitera Dian Suprihatin.

Kuasa hukum kedua terdakwa hadir, sementara terdakwa Fikri Salim dan Rina Yuliana mengikuti sidang melalui aplikasi zoom dari tempatnya ditahan.

Pembacan tuntutan pertamakali untuk Fikri Salim, kemudian Rina Yuliana.

Menurut JPU, terdakwa Fikri Salim dan Rina Yuliana memenuhi unsur dakwaan dan melanggar Pasal 263 Ayat (1) Jo. Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 Jo. Pasal 65 Ayat (1) dan Ayat (2)` KUHP dan Pasal 374 Jo. Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 Jo. Pasal 65 Ayat (1) dan Ayat (2) KUHP subsidair Pasal 372 Jo. Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 Jo. Pasal 65 Ayat (1) dan Ayat (2) KUHP atau subsidair Pasal 378 Jo. Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 Jo. Pasal 65 Ayat (1) dan Ayat (2) KUHP.

Baca juga: Ancam Keselamatan Pengendara, Sudinhub Jaksel Segera Relokasi Rambu Lalin di Jalan Pertanian Raya

"Kedua terdakwa juga tidak ada yang meringankan, sikapnya selama persidangan berbelit-belit dan tidak mengakui perbuataannya. Untuk itu kami harap majelis hakimm menghukum seberat-beratnya," tegas JPU Heryadi.

Sebelumya, terrdakwa Fikri Salim dan Rina Yuliana diduga melakukan pemalsuan surat atas pengurusan perizinan pembangunan rumah sakit di Kota Bogor pada 2015 sampai 2019.

Fikri Salim sendiri ditunjuk sebagai pelaksana proyek pembangunan rumah sakit. Sedangkan Rina Yuliana sekalu pengurus perizinan di DPMPTSP Kota Bogor.

Halaman
123
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Dwi Rizki
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved