Breaking News:

Virus Corona Jabodetabek

Cerita Perawat Melihat Pasutri Berpisah Selama-lamanya Akibat Covid-19: Pengalaman yang Sedih Banget

Kisah pasutri berpisah selama-lamanya akibat Covid-19, jadi pengalaman tersedih bagi Desca Tarigan, perawat RSPI Sulianto Saroso Jakarta Utara.

Wartakotalive.com
Kisah pasutri berpisah selama-lamanya akibat Covid-19, jadi pengalaman tersedih bagi Desca Tarigan, perawat RSPI Sulianto Saroso Jakarta Utara. Ilustrasi tenaga medis menangani pasien Covid-19. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Desca Tarigan, perawat RSPI Sulianto Saroso Jakarta Utara, menceritakan kisah pengalamannya menangani pasien terpapar virus corona atau Covid-19.

Diketahui, cerita tersebut mengenai pasangan suami istri atau pasutri berpisah selama-lamanya akibat Covid-19.

Desca yang awalnya seorang perawat anak-anak ini mengaku pengalaman merawat suami istri yang terpisahkan selama-lamanya akibat Covid-19, menjadi pengalaman tersedihnya.

Menurutnya, tenaga kesehatan punya peran ganda saat bertugas, sejak masa pandemi Covid-19 melanda Tanah Air, Maret 2020 lalu.

Baca juga: Kasus Covid-19 Terus Meningkat, Ruang Perawatan Pasien Covid-19 di RS Kabupaten Bogor Hampir Penuh

Baca juga: PERAWAT RSUD Leuwiliang dan Karyawan Puskesmas Megamendung Gugur Terpapar Covid-19

Baca juga: RS Rujukan Covid-19 Jabodetabek Penuh, Pasien Darurat Antre di UGD Hingga Meninggal Akibat Terlantar

Selain berjibaku melakukan tindakan medis, mereka juga harus jadi saksi dari kisah-kisah pilu para pasien yang mengalami kehilangan.

Sebab, virus ini membuat para penyintasnya berjuang menguatkan diri sendiri di dalam menghadapi duka dan kesedihan.

Desca Tarigan, harus bertugas menangani pasien Covid-19 dengan kategori sedang dan berat.

Kepada Kompas.com, Desca mengungkapkan hal terberat yang dirasakannya selama menangani pasien-pasien tersebut.

Keluarga berdoa ke jenazah pasien suspect virus corona atau Covid-19 di TPU Pondok Rangon, Jakarta Timur, Rabu (22/4/2020). Pemprov DKI Jakarta telah menyiapkan dua tempat pemakaman umum (TPU) untuk memakamkan pasien terjangkit virus corona (Covid-19) yang meninggal dunia, yakni di TPU Tegal Alur di Jakarta Barat dan TPU Pondok Ranggon di Jakarta Timur. Jenazah yang dapat dimakamkan di sana, yakni yang berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) dan berstatus positif terjangkit virus corona.(KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG)

"Paling sedih tuh kalau lihat pasien lagi butuh semangat tapi enggak ada siapa-siapa," kata Desca saat dihubungi Kompas.com, Senin (25/1/2021).

Halaman
1234
Editor: Panji Baskhara
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved