Breaking News:

Anies Didesak Mundur Dari Jabatannya, F-PKS Nilai Itu Terlalu Berlebihan

Pernyataan agar pemerintah pusat terlibat lebih banyak dan aktif dalam menangani pandemi di Jakarta bukan baru kali ini

istimewa
Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta Muhammad Arifin . . 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta memandang, desakan Anies Baswedan yang mundur dari jabatannya dianggap terlalu berlebihan. Bahkan partai pendukung Anies pada Pilkada 2017 ini menilai, desakan itu tidak sesuai dengan konteks yang disampaikan Anies soal penanganan Covid-19.

Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta Muhammad Arifin mengatakan, pernyataan Anies yang meminta pemerintah pusat mengambil alih persoalan pandemi karena sudah menyangkut lintas batas seperti di Jabodetabek. Pemerintah pusat, kata dia, merupakan leading sector untuk mengatasi pandemi covid-19 di skala Jabodetabek.

“Karena ini menyangkut mobilitas orang yang terkonsentrasi di DKI Jakarta sehingga menyebabkan Jakarta menjadi episentrum pandemi,” kata Arifin berdasarkan keterangannya pada Selasa (26/1/2021).

Disamping itu, Arifin juga menyatakan dengan fasilitas kesehatan yang relatif lebih banyak dan lengkap, banyak pasien covid-19 dari luar Jakarta yang juga dirawat di RS-RS di wilayah Jakarta. Akibatnya hampir seluruh RS yang menerima pasien covid-19 di Jakarta penuh ruang perawatannya dan pasien warga Jakarta sendiri sulit mendapatkan kamar perawatan.

Baca juga: VIDEO Pernah Terpapar Covid 19, Bian Niat Selamatkan Nyawa Teman Lewat Plasma Darah

Baca juga: VIDEO Wakil Bupati Siap Jadi yang Pertama Disuntik Vaksin Covid-19 di Kabupaten Bogor

Ssaat ini 25-35 persen pasein Covid-19 yang dirawat di faskes-faskes di Jakarta termasuk di RSUD milik Pemprov DKI Jakarta berasal dari warga luar Jakarta,” ungkapnya.

Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta ini menambahkan, sebetulnya pernyataan agar pemerintah pusat terlibat lebih banyak dan aktif dalam menangani pandemi di Jakarta bukan baru kali ini dikeluarkan dan juga bukan hanya oleh Anies. Sejak awal pandemi Anies sudah mengusulkan aturan khusus untuk penanganan Covid-19 di Jakarta.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Bupati Bogor Ade Yasin maupun Wali Kota Bogor Bima Arya pernah menyampaikan tentang perlunya pemerintah pusat terlibat lebih aktif dalam penanganan Covid-19 di Jabodetabek.

“Selama 3 tahun lebih Anies Baswedan memimpin Jakarta, hasilnya sudah cukup baik dan memuaskan. Banyak penghargaan nasional maupun internasional sudah diraih. Apresiasi dari dunia internasional juga cukup bagus,” ungkapnya.

Sebelum pandemi, berbagai indikator ekonomi dan kesejahteraan juga meningkat. Penanganan pandemi di Jakarta juga cukup baik terutama dalam hal 3T dan kebijakan yang diambil serta transparan dalam soal data, sehingga mendapat apresiasi dari berbagai pihak termasuk epidemolog dan pakar kesehatan.

Baca juga: VIDEO Penjualan Pernak Pernik Imlek di Tangerang Sepi Pembeli

Baca juga: Pilkada DKI Berencana Digeser ke Tahun 2024, Ariza Berharap Tetap 2022

Bahkan selama 1,5 tahun lebih memimpin sendirian tanpa didampingi Wakil Gubernur, Anies juga cukup berhasil dalam memimpin Jakarta termasuk dalam antisipasi banjir dan penanganan wabah covid-19 di awal-awal.

Halaman
12
Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Agus Himawan
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved