Breaking News:

Berita Video

VIDEO Kadis Dukcapil Kabupaten Bogor Meninggal Karena Covid, Bupati Ade Yasin Minta ASN Patuhi WFH

“Pada awal masuk rumah sakit, dia sudah positif Covid-19. Tetapi tidak tahu kena di mana,” jelasnya.

Penulis: Hironimus Rama | Editor: Ahmad Sabran

WARTAKOTALIVE.COM, CIBINONG -Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Kadisdukcapil) Kabupaten Bogor H.Herdi meninggal dunia karena Covid-19 pada Senin (25/1/2020).

Bupati Bogor Ade Yasin mengonfirmasi kebenaran berita itu.

“Yah, salah satu pejabat kita telah meninggalkan kita. Turut berduka cita untuk kepergiannya,” kata Ade kepada wartawan di Cibinong, Senin (25/1/2021).

Ade membenarkan bahwa Herdi positif terpapar Covid-19. Tetapi dia tidak mengetahui di mana terpapar virus ini.

“Pada awal masuk rumah sakit, dia sudah positif Covid-19. Tetapi tidak tahu kena di mana,” jelasnya.

Herdi dirawat di salah satu rumah sakit di Kota Bogor karena dia warga Kota Bogor.

“Dia sempat masuk ICU. Sempat ada perbaikan menuju kesembuhan. Tetapi akhirnya meninggal. Dia punya kornobid juga yaitu penyakit jantung,” imbuh Ade.

Herdi menjadi pejabat pertama yang meninggal karena Covid-19 di Kabupaten Bogor.

“Untuk kepala dinas, pak Herdi yang pertama yang meninggal karena Covid-19. Sementara untuk ASN, dia termasuk yang keempat,” tambahnya.

Terkait hal itu, Ade meminta para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Kabupaten Bogor agar mematuhi aturan Work from Home selama masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) hingga awal Februari 2021 nanti.

“Saya minta para ASN yang sedang menjalankan WFH agar mematuhi aturan kapasitas kantor 25 persen. Sisanya, 75 persen kerja dari rumah agar tidak terpapar Covid-19,” ujarnya.

Bagi yang bekerja di rumah, Ade meminta agar bekerja sungguh-sungguh dan tidak berkeliaran.

“ASN yang WfH harus bekerja sungguh-sungguh. Jangan sampai berkeliaran. Kita pantau posisinya dengan menggunakan Google Map,” jelasnya.

Ade meminta warga Kabupaten Bogor agar benar-benar mematuhi protokol kesehatan dengan menerapkan 5M (Mencuci Tangan, Memakai Masker, Menjaga Jarak, Menghindari Kerumunan, Mengurangi Aktifitas dan Mobilitas).

“Mari kita patuhi protokol 5M agar tidak terpapar Covid-19,” pungkas Ade.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved