Sepak Bola Indonesia

Rully Nere Mantan Gelandang Timnas Soroti Kompetisi Sepak Bola Indonesia Yang Tidak Ada Kepastian

Rully juga diam-diam turut menyoroti nasib kompetisi sepakbola Indonesia yang hingga kini belum ada kepastian.

Penulis: Abdul Majid | Editor: Umar Widodo
Instagram
Rully Nere mantan pelatih timnas wanita Indonesia prihatin dengan kondisi persepakbolaan Indonesia saat ini 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - PSSI telah memutuskan dan memilih Rudy Eka Priyambada sebagai pelatih timnas sepak bola wanita Indonesia menggantikan Rully Nere.

Penunjukkan Rudy sebagai juru taktik skuad Garuda Pertiwi telah diputuskan pada rapat Komite Eksekutif PSSI yang digelar pada Rabu (20/1/2021) di Jakarta.

Usai tak lagi berkecimpung di dunia sepakbola secara langsung, Rully juga diam-diam turut menyoroti nasib kompetisi sepakbola Indonesia yang hingga kini belum ada kepastian.

Menurutnya, mandeknya kompetisi sangat berdampak kepada seluruh pelaku sepakbola. Bukan cuma pemain dan pelatih tapi juga para pedagang kecil yang biasa berjualan di depan Stadion.

Untuk itu ia pun meminta kepada seluruh jajaran baik dalam hal ini PSSI, PT LIB dengan pemerintah duduk bersama melihat secara luas dampak dari berhentinya kompetisi.

Rully menerima trophy penghargaan sebagai pemain legenda timnas Indonesia dari Sekjen PSSI saat itu Ratu Tisha.
Rully menerima trophy penghargaan sebagai pemain legenda timnas Indonesia dari Sekjen PSSI saat itu Ratu Tisha. (Instagram)

“Yang bergantung dengan kompetisi sepakbola bukan cuma pemain dan pelatih, di luar sana ada pedagang yang jual kaos bola, jual makanan minuman, terus orang-orang yang kerja di klub. Jadi saya harap bisa mulai lagi, ekonomi buat mereka juga pulih lagi,” kata pemilik nama lengkap Rully Rudolf Nere.

“Kompetisi tidak ada, latihan saja juga tidak bisa makanya ini harus dipikirkan semua jajaran. Insan olahraga dan pemerintah harus duduk bersama mencari solusi terbaik bagi kompetisi kita,” pungkasnya.

Rully menyadari sepakbola kini bukan lagi sekadar kompetisi olahraga biasa, tapi sudah menjadi industri.

Ia berharap klub-klub Indonesia ke depan bisa meniru klub-klub luar negeri yang bisa mengelolanya secara mandiri.

Baca juga: Rully Nere Minta Tempat Latihan Timnas Putri Dibersihakan dari Aura Negatif, Ustaz pun Dipanggil

Baca juga: Rully Nere Kembali Nahkodai Timnas Sepak Bola Wanita Indonesia

Sehingga apabila ada kondisi seperti ini – terhentinya kompetisi karena pandemi Covid-19, klub-klub bisa tetap bertahan.

“Sepakbola sekarang sudah jadi industri, di negara lain bisa tetap main kenapa di negara kita tidak bisa?”, kata Rully Nere.

“Kita tahu di sana hampir semua klub-klubnya itu bisa mandiri sendiri, mereka betul-betul profesional, mereka punya usia muda. Di samping itu mereka punya lapangan sendiri-sendiri, itu yang penting sekali. Kalau kita klub tidak punya lapangan, semuanya punya pemerintah. Makanya kalau pemerintah sudah tak kasih izin jadi ya mau gimana lagi, lapangan kan punya mereka,”

“Saya berharap klub-klub Indonesia ke depan bisa memanfaatkan industri sepakbola ini dengan baik, sehingga jadi klub-klub sepakbola profesional yang mempunyai fasilitas pribadi,” jelasnya.

Profil
Nama lengkap: Rully Rudolf Nere
Tanggal lahir: 13 Mei 1957 (umur 63)
Tempat lahir: Papua, Indonesia
Karier senior:
Persipura Jayapura
Tim nasional:
1979-1989    Indonesia
Karier kepelatihan: 
PSPS Pekan Baru
Persiba Bantul
PS Palembang
Pro Titan FC
Persinga Ngawi
Timnas Indonesia U-21
Timnas sepak bola wanita Indonesia

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved