Breaking News:

Novel Baswedan: Kalau Isu Taliban Diembuskan, Biasanya Ada yang Terganggu dengan KPK

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan kembali diterpa isu Taliban.

Editor: Yaspen Martinus
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan berpose usai wawancara khusus dengan Tribunnews di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (19/6/2020). 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan kembali diterpa isu Taliban.

Penyidik senior komisi anti-korupsi itu mengatakan, isu Taliban kerap dilontarkan oleh para pendukung koruptor.

"Isu radikal-Taliban sudah sering digunakan oleh para pendukung koruptor."

Baca juga: Ujaran Rasis kepada Natalius Pigai, Politikus Partai Hanura Ambrosius Nababan Dipolisikan

"Padahal jelas isu itu tidak benar dan mengada-ngada," kata Novel lewat pesan singkat, Senin (25/1/2021).

Kata Novel, rekan-rekannya di KPK sudah hafal jika isu Taliban mulai berdengung, itu tandanya ada kepentingan sejumlah pihak yang terganggu oleh kerja lembaga anti-rasuah.

"Kawan-kawan sudah bisa menandai bahwa bila isu itu diembuskan, biasanya ada kepentingan mereka yang terganggu di KPK," tuturnya.

Baca juga: UPDATE Kasus Covid-19 di Indonesia 25 Januari 2021: Pasien Baru Tambah 9.994 Orang, 10.678 Sembuh

"Dan selama ini memang demikian."

"Bila KPK sedang bekerja benar untuk perangi korupsi, maka mereka (para pendukung koruptor) menyerang menggunakan isu itu," tambah Novel.

Yang menyedihkan, lanjut Novel, banyak masyarakat yang termakan dengan isu taliban tersebut.

Baca juga: DAFTAR Terbaru 92 Zona Merah Covid-19 di Indonesia: Jawa Tengah Masih Mendominasi, Jakarta Tetap 4

Pihak-pihak yang menyuarakan ada kelompok Taliban di KPK, imbuhnya, menganggap isu itu cukup efektif.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved