Teknologi

Agar Lembaga Keuangan Berkembang di 2021, Managing Director GBG Asia Pasifik: Ada 6 Prediksi Layanan

Peningkatan transformasi digital bagi Lembaga Keuangan sepertinya merupakan keharusan jika ingin tetap berkembang di tahunb 2021 ini.

Istimewa
Dev Dhiman, Managing Director of APAC of GBG (perusahaan teknologi global dalam Manajemen Fraud dan Compliance, Verifikasi Identitas, dan Intelijen Data berbasis lokasi). Menurut Dev, ada enam cara utama agar Lembaga Keuangan di Asia Pasifik dapat berkembang di tahun 2021 ini. 

Di tahun 2021, Lembaga Keuangan dan TekFin akan berlomba untuk memberikan layanan instan sebagai produk keuangan terbaru.

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Lembaga Keuangan (LK) akan mengedepankan perencanaan, implementasi, dan optimalisasi teknologi di tahun 2021 ini, menyusul pengalaman di tahun 2020.

Terlebih, ketika sebanyak 71% pembuat keputusan di bidang teknologi Asia Pasifik mengatakan bahwa pandemi telah menyebabkan organisasi mereka harus meningkatkan transformasi digital.

Baca juga: Aplikasi Weddell dan Toypudding Mulai Ekspansi Global Konten Keluarga dan Produk Bayi dari Indonesia

Selain itu, sekitar 70% dari perusahaan layanan keuangan di Asia Pasifik mengakui bahwa inovasi adalah sebuah 'keharusan'.

Kecepatan pertumbuhan investasi dan penambahan sumber daya mencerminkan dampak pandemi COVID-19 dalam memaksa konsumen dan perusahaan untuk beralih ke digital dalam kehidupan sehari-hari.

Baca juga: Nadiem Beberkan Profesi Baru di Era Perkembangan Teknologi Digital, dari Youtuber Hingga Influencer

Baca juga: Naik GrabCar Premium di 4 Negara Kini Lebih Nyaman Berkat Kehadiran Generator Teknologi NanoeTM X

Berkembang di 2021

Dalam memperkirakan bagaimana Lembaga Keuangan (LK) akan dipengaruhi oleh tren ini pada tahun 2021, terdapat perbedaan antar tiap negara dan wilayah.

Hal-hal seperti respon politik dan sosial terhadap pandemi, ketahanan keuangan, tren TekFin, serta adopsi teknologi LK memiliki peranan yang besar.

Nah, berikut ini ada enam cara utama agar LK di Asia Pasifik berkembang di tahun 2021 menurut Dev Dhiman Managing Director of APAC of GBG (perusahaan teknologi global dalam Manajemen Fraud dan Compliance, Verifikasi Identitas, dan Intelijen Data berbasis lokasi).

Baca juga: Sandiaga Uno Optimis Teknologi Mendorong Perbaikan Ekonomi Indonesia Tahun 2021

Baca juga: GushCloud Hadirkan Layanan Pembayaran Influencer Lebih Awal lewat Platform LytePay

1. Pandemi COVID-19 memicu sebuah dikotomi dalam investasi teknologi fraud

LK di negara-negara yang masih terdampak pandemi diprediksikan akan lebih berhati-hati berinvestasi secara keseluruhan dan berusaha untuk mempertahankan arus kas.

Turunnya prioritas terhadap investasi teknologi fraud ini bisa jadi malah membuat mereka tidak siap melawan arus kejahatan finansial dan fraud yang semakin tinggi.

LK di Indonesia saat ini menghadapi diberlakukannya kembali Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB) di sebagian besar wilayah.

Hal ini mendorong digunakannya teknologi pencegahan penipuan yang lebih canggih untuk memerangi meningkatnya kejahatan keuangan, karena sistem mendasar saja tidak akan cukup menghadang jenis penipuan baru yang semakin kompleks.

2. Ekspektasi customer experience digital akan terus meningkat

Masyarakat kini memiliki ekspektasi lebih tinggi terhadap customer experience (CX) yang dipengaruhi oleh pengalaman yang diberikan pemain e-commerce, contohnya Tokopedia, Shopee, dan Gojek, yang kaya fitur.

Sebut antara lain fitur pengantaran hari yang sama, pelacakan pengiriman real-time, pengiriman dan pengemasan yang bisa dipersonalisasi, gratis ongkir, dan banyak lagi.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved