Breaking News:

Pilpres 2024

RIZAL Ramli Sebut Mahkamah Konstitusi Lanjutkan Demokrasi Kriminal,Modal Gorong-gorong Jadi Presiden

Gugatan Presidential Threshold ditolak Mahkamah Konstitusi,Rizal Ramli sebut hakim MK langengkan demokrasi kriminal. Modal gorong-gorong jadi Presiden

TRIBUNNEWS/DANY PERMANA
Gugatan ditolak MK, Rizal Ramli sebut hakim Mahkamah Konstitusi ingin langengkan demokrasi kriminal. Modal gorong-gorong jadi Presiden. Foto: Rizal Ramali berkunjung ke Tribunnetwork, Rabu (6/2/2019). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA-- Rizal Ramli menilah hakim Mahkamah Konstitusi (MK) tidak memahami prinsip-prinsip demokrasi dan konstitusi.

Akibatnya, putusan hakim MK terkait presidential threshold justru bertentangan dengan UUD 1945 dan prinsip dasar demokrasi.

Rizal Ramli juga menilai para anggota hakim MK kurang baca.

"Wong tidak ada pembatasan Threshold 20% untuk Calon Presien, Gubernur dan Bupati di UUD 45," ujar Rizal Ramli melalui akun twitternya, Minggu (24/1/2021) sore ini.

Cuitan Rizal Ramli itu mengomentari putusan MK yang menolak gugatan presidential threshold  20 persen yang ia lakukan.

Baca juga: MK Tolak Gugatan Rizal Ramli Soal Presidential Threshold, Pemohon Dianggap Tak Rugi

Baca juga: Jokowi Jengkel RI Masih Impor Kedelai dan Gula, Rizal Ramli: Please Deh, Jangan Terlalu Banyak Drama

Putusan hakim MK tersebut, dalam pandangan Rizal Ramli, juga hanya akan melanggengkan oligarki dan demokrasi kriminal.

@RamliRizal:  Hakim2 MK @officialMKRI kurang banyak baca, tidak prinsip2 demokrasi dan UUD45. Wong tidak ada pembatasan Threshold 20% untuk Calon Presien, Gubernur dan Bupati di UUD45. Hakim2 MK hanya melanggengkan oligarki dan demokrasi kriminal   @RadioElshinta

Di dunia, kata Rizal Ramli, ada 48 negara yang menggunakan sistem pemilihan dua tahap, seperti Indonesia.

Tetapi, hanya Indonesia yang memberlakukan aturan presidential threshold.

Rizal juga mengingatkan pendapat pakar konstitusi bahwa hakim MK bisa membuat terobosan hukum.

Halaman
1234
Editor: Suprapto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved