Perpustakaan

Pepusnas Serahkan Bantuan 1.000 Buku Komunitas Berbasis Data Desa Presisi ke Desa Pantai Bakti

Desa Pantai Bakti, Muaragembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat mendapat bantuan 1.000 eksemplar dari Perpustakaan Nasional, Jumat (23/1/2021).

Istimewa
Kepala Perpustakaan Nasional (Pepusnas), Muhammad Syarif Bando menyerahkan secara simbolis bantuan 1.000 eksemplar bantuan buku komunitas Sekretaris Desa Pantai Bakti, Muaragembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat  Minan Usnandar pada Jumat (22/1/2021) lalu. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Perpustakaan Nasional (Pepusnas)  menyerahkan bantuan buku komunitas sebanyak 1.000 eksemplar ke Desa Pantai Bakti, Muaragembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat pada Jumat (22/1/2021) lalu.

Bantuan yang diterima Sekretaris Desa Pantai Bakti, Minan Usnandar itu, berupa buku-buku ilmu terapan sebagai bagian literasi dari desa berbasis data desa presisi.

Kepala Pepusnas, Muhammad Syarif Bando mengatakan, bantuan ini sebagai wujud dukungan Pepusnas pada
perencanaan pembangunan desa berbasis data.

Video: Universitas Budi Luhur Luncurkan Motor Sport Listrik BL SEVO 1

"Membangun data desa presisi dapat memberikan gambaran kondisi aktual desa yang memiliki tingkat akurasi dan ketepatan yang tinggi karena divalidasi langsung oleh masyarakat," kata Syarif Bando.

Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) University, Prof Arif Satria yang turut hadir dalam kesempatan itu mengatakan, di era revolusi industri 4.0, data menjadi kedaulatan bangsa. 

"Jika seluruh desa bergerak untuk menciptakan data yang presisi, maka ke depan tak bisa dipungkiri Indonesia mampu menjadi bangsa yang berdaulat," kata Arif Satria. 

Baca juga: Dukung PPKM, Perpustakaan Nasional Tutup Sementara Semua Layanan Onsite dan Layani via Online

Baca juga: DPRD Kota Bogor Akan Terbitkan Perda Penyelenggaraan Perpustakaan

Wakil Kepala Bidang Pengabdian kepada Masyarakat, Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) IPB University, Dr Sofyan Sjaf menambahkan, konsep data presisi dapat meningkatkan pembangunan di daerah-daerah. 

Apalagi, pengambilan data dilaksanakan selama satu bulan melalui kolaborasi antara IPB dengan Pemerintahan Desa Pantai Bakti, serta keterlibatan masyarakat dan perangkat desa.

"Keterlibatan masyarakat sebagai objek data adalah keniscayaan di masa depan. Data desa presisi ini merupakan inovasi yang akan mengakhiri polemik data” ungkap Sofyan Sjaf. (ign).

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved