Breaking News:

Demonstrasi di Rusia

Istri Tokoh Oposisi yakni Yulia Navalny Ditahan, Demonstrasi Meletus di Rusia, 1.600 Orang Ditahan

Istri tokoh oposisi Rusia, Alexei Navalny, yakni Yulia Navalny, ditahan usai melakukan demonstrasi anti pemerintah. Demonstrasi meletus di 60 kota

Penulis: Wito Karyono | Editor: Wito Karyono
AFP/Daily Mail
Cara penanganan polisi terhadap demosntrasi yang meletus di Rusia, Sabtu 23 Januari 2021. Demonstran muncul sebagai protes atas penahanan istri pimpjnan oposisi Yulia Navalny. Sementara sang tokoh opisisi sudah lama ditahan pemerintahan Putin. Sebanyak 1.600 demonstran dilaporkan ditahan. 

Dia melakukannya karena tahu dia kemungkinan akan ditangkap setelah selamat dari keracunan yang hampir mematikan dengan agen saraf Novichok pada bulan Agustus.

Navalny sempat menjalani perawatan di Jerman. Dia ditangkap di Bandara Sheremetyevo dan dipenjara.

Baca juga: Beragam Fakta PSK di Puncak Bogor, Mulai Lokasi, Usia Remaja, Asal Timur Tengah, dan Bayarannya

Demonstrasi untuk mendukung Navalny juga diadakan di negara bagian Baltik di Lituania dan Estonia pada hari Sabtu bahkan hingga Barcelona Spanyol.

Para pengunjuk rasa meneriakkan 'Malu, malu' di ibu kota Pasifik, Vladivostok, ketika petugas pasukan khusus OMON yang bersenjata lengkap dan penjaga nasional melemparkan seorang pengunjuk rasa ke dalam kendaraan polisi.

Pihak berwenang mengatakan kepada orang banyak bahwa tindakan mereka tidak berizin dan mereka menghadapi penahanan kecuali jika mereka bubar.

Dalam rekaman video dari Vladivostok menunjukkan polisi anti huru hara mengejar sekelompok pengunjuk rasa di jalan.

Baca juga: Varian Baru Covid-19 Tak Ditemukan di Indonesia, Tekan Laju Penularan Solusi Cegah Mutasi Virus

Dengan protes yang terus berlangsung pada hari Sabtu, Rusia menuduh kedutaan besar AS di Moskow mendukung aksi Alexei Navalny.

 Mereka menuntut penjelasan dari diplomat Amerika.

"Kedutaan besar AS di Moskow menerbitkan 'rute protes' di kota-kota Rusia dan menyebarkan informasi tentang "pawai di Kremlin," tulis juru bicara kementerian luar negeri Rusia Maria Zakharova di Facebook.

Kedutaan besar AS di Moskow mengklam pihaknya mengikuti demonstrasi, menambahkan bahwa Washington mendukung 'hak semua orang untuk melakukan protes damai, kebebasan berekspresi.'

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved