Breaking News:

Banjir Kalimantan Selatan

Sempat Jadi Perdebatan, Bareskrim Ungkap Hasil Penyelidikan Penyebab Banjir Besar di Kalsel

Hasil penyelidikan polisi di lapangan, Bareskrim berkesimpulan bahwa banjir besar itu memang disebabkan oleh curah hujan yang tinggi.

Penulis: | Editor: Feryanto Hadi
Tribunnews.com
Warga Desa Kelampayan Ulu, Kecamatan Astambul, dievakuasi dari pemukiman mereka yang dilanda banjir untuk mencari tempat dataran tinggi, Minggu (17/1). Sejak tiga hari ini banjir di wilayah Kabupaten Banjar, Kalsel tidak kunjung surut justru bertambah naik dampak hujan yang sering turun membuat warga yang bertahan dirumah terpaksa harus diungsikan. (BANJARMASIN POST/AYA SUGIANTO) 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA- Penyebab banjir di Kalimantan Selatan sempat menjadi perdebatan sengit. Sejumlah pegiat lingkungan hidup bereaksi atas pernyataan Presiden Joko Widodo yang menyebut penyebab banjir karena curah hujan tinggi.

Mereka kecewa lantaran presiden Joko Widodo tidak menyoroti masalah pengurangan hujan hujan yang menyebabkan kerusakan ekologi di Kalsel.

Bareskrim Polri melalui tim Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipiter) pun kemudian melakukan penyelidikan ke lapangan untuk mengetahui penyebab banjir besar di Kalsel yang tidak pernah terjadi sebelumnya selama 50 tahun terakhir.

Baca juga: Jokowi Tuai Kritik usai Jelaskan Sebab Banjir Kalsel, KLH Pasang Badan, Tetap Salahkan Curah Hujan

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono menyebutkan, dari hasil penyelidikan di lapangan, Bareskrim berkesimpulan bahwa banjir besar itu memang disebabkan oleh curah hujan yang tinggi.

 “Ternyata memang kenapa banjirnya itu karena memang faktor curah hujan, saat itu sangat tinggi dari BMKG di sana,” kata Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono di Jakarta, Jumat (22/1/2021).

Tingginya gelombang laut, dikatakan Rusdi juga jadi penyebab lain terjadinya banjir besar di Kalimantan Selatan.

Baca juga: MERINDING, Warga Ceritakan Detik-detik Banjir Bandang Terjang Kawasan Gunung Mas Bogor

Ia mengungkapkan, adanya gelombang tinggi itu berdampak kepada arus balik air ke daratan.

Rusdi menuturkan selain curah hujan tinggi, faktor lain yang menyebabkan terjadinya banjir di Kalsel karena tingginya gelombang laut pada saat itu. Rusdi menyebut gelombang laut yang tinggi itu berpengaruh terhadap arus balik ke daratan.

 “Ini sementara hasil turun lapangan dari Bareskrim seperti itu. Bareskrim sudah turun ke Kalimantan Selatan. Yang dapat diketahui bahwa hasil BMKG pada saat itu curah hujan sangat tinggi ekstrim,” ungkapnya.

Baca juga: Viral Video Warga Korban Bencana Berkerumun dan Berebut Makanan yang Dibagikan Presiden Jokowi

Disinggung soal dugaan kerusakan lingkungan, Rusdi mengaku pihaknya belum melakukan pemeriksaan ke arah sana. 

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved