Virus Corona Jabodetabek

Operasi Yustisi Dalam Seminggu Satpol PP Kota Bekasi Temukan 813 Warga Tanpa Pakai Masker

Selama seminggu lakukan operasi yustisi, Satpol PP Kota Bekasi temukan 813 pelanggar protokol kesehatan tanpa pakai masker

istimewa
Satpol PP Bekasi lakukan operasi Yustisi temukan banyak pelanggar protokol kesehatan selama pembatasan, Jumat (22/1/2021) 

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI - Operasi yustisi selama pandemi Covid-19, penindak pelanggar protokol kesehatan di Kota Bekasi, kini telah disertai sanksi berupa kerja sosial dan pengenaan denda.

Kasatpol PP Kota Bekasi Abi Hurairah menjelaskan sejak Senin (11/1/2021) hingga Jumat (22/1/2021) tercatat sebanyak 39 pelanggar prokes dikenakan sanksi.

"Pelanggar yang dikenakan sanksi kerja sosial maupun denda ada sebanyak 39 orang. Sedangkan total denda yang sudah kami kumpulkan sebanyak Rp 550.000," ujar Abi saat dikonfirmasi, Jumat (22/1/2021).

Uang hasil denda pelanggar prokes akan dikumpulkan dan nantinya akan masuk ke kas daerah.

Abi menambahkan, pada dasarnya petugas banyak menemukan pelanggar protokol kesehatan, terutama masyarakat yang kedapatan tak mengenakan masker.

Baca juga: Sosialisasi Jakarta Bermasker, AKP Josman Harianja Bagikan Masker dan Sapa Warga Pulau Panggang

Total, tercatat sebanyak 813 orang pelanggar yang ditemukan di seputar Kota Bekasi setelah pihaknya lebih dari sepekan beroperasi.

"Kami mencatat total ada 813 pelanggaran. Sebanyak 39 orang kami kenakan sanksi dan denda. Sedangkan sisanya, sebanyak 774 orang kami berikan teguran," katanya.

Lebih tingginya angka masyarakat yang ditegur dari pada dikenakan sanksi dikarenakan dalam melakukan penindakan, Satpol PP harus selalu didampingi pengadilan.

Baca juga: Satpol PP Jakarta Barat Tertibkan 2.540 Warga yang Bandel tak Memakai Masker

Baca juga: Tak Pakai Masker Warga Kabupaten Bogor Disuruh Sebutkan Teks Pancasila dan Push Up

Namun hakim dari pengadilan kerap kali berhalangan karena alasan tertentu, sehingga Satpol PP terpaksa bertindak tanpa memberikan sanksi denda.

"Hakim di pengadilan banyak yang sakit. Kita harusnya minggu ini ada dua kali, tapi baru sempat satu kali. Kemarin harusnya di Medansatria kita operasi yustisi. Tapi saat ini hakim tidak bisa karena banyak yang sakit," ungkapnya.

Seperti diketahui, Pemkot dan DPRD Kota Bekasi telah mengesahkan Perda Kota Bekasi nomor 15 tahun 2020 tentang ATHB yang didalamnya mengatur sanksi pelanggar prokes.

Pelanggaran tak mengenakan masker misalnya, sesuai dengan Pasal 52 ayat 1 dituliskan bahwa denda maksimal paling banyak Rp 100.000 atau pidana paling lama 7 hari.

Angka Covid-19 Tinggi, DPRD Kabupaten Bekasi Minta Satgas Tindak Tegas

Kasus positif Covid-19 di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat terus mengalami peningkatan.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved