Virus Corona
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin: Cara Testing Covid-19 di Indonesia Salah
Artinya, bukan testing mandiri seperti ketika seseorang memiliki kepentingan tertentu, bepergian atau urusan bisnis.
WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut cara testing Covid-19 di Indonesia tidak tepat.
Hal itu disampaikan Budi dalam diskusi virtual bertajuk 'Vaksin dan Kita', yang digelar Komite Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Daerah Jawa Barat, dikutip Tribunnews, dalam tayangan YouTube PRMN Suci, Jumat (22/1/2021).
"Testing, tracing, dan treatment (3T) serta isolasi seperti menambal ban bocor."
Baca juga: DPR Serahkan Surat Persetujuan Listyo Sebagai Kapolri kepada Jokowi, Dilantik Sebelum 30 Januari
"Kita kan tidak disiplin. Cara testing-nya kita salah," ungkap Budi.
Mantan Wamen BUMN ini mengatakan, akibat kekeliruan tersebut, meski jumlah testing melampuai target WHO, jumlah kasus positif tetap tinggi.
"Testingnya banyak tapi kok naik terus?"
Baca juga: 82 Persen Tempat Tidur Terpakai, RS Darurat Wisma Atlet Minta Tambahan Tenaga Kesehatan
"Habis (yang) di-tes kayak saya, setiap kali mau ke Presiden dites."
"Tadi malam, barusan saya di-swab."
"Sepekan saya bisa lima kali diswab kalau masuk Istana."
Baca juga: UPDATE Kasus Covid-19 Indonesia 22 Januari 2021: Pasien Positif Melonjak 13.632 Jadi 965.283 Orang
"Apakah benar (testing) seperti itu?" Tanyanya.
Budi melanjutkan, sesuai ilmu epidemiologi, testing harusnya menyasar kelompok orang yang memiliki kontak erat atau suspek dengan pasien positif Covid-19.
Artinya, bukan testing mandiri seperti ketika seseorang memiliki kepentingan tertentu, bepergian atau urusan bisnis.
Baca juga: Ususnya Luka, Maheer At-Thuwailibi Dirawat di RS Polri Kramat Jati
"Bukan orang yang mau pergi kayak saya mau menghadap Presiden."
"Nanti lima kali tes standar WHO segera terpenuhi satu perseribu (per pekan)."
"Tetapi tidak ada gunanya testing itu dalam ilmu epidemiologi."
Baca juga: Haji Lulung Ajak Pemimpin Tobat Nasional, Katanya Bencana Akibat Ulah Manusia Berlaku Zalim
"Hal seperti itu yang harus dibereskan," tambahnya.
Berikut ini sebaran kasus Covid-19 di Indonesia per 22 Januari 2021, dikutip Wartakotalive dari laman covid19.go.id:
DKI JAKARTA
Jumlah Kasus: 243.018 (24.9%)
JAWA BARAT
Jumlah Kasus: 121.239 (11.8%)
JAWA TENGAH
Jumlah Kasus: 111.623 (11.1%)
JAWA TIMUR
Jumlah Kasus: 104.342 (11.2%)
SULAWESI SELATAN
Jumlah Kasus: 44.280 (4.4%)
KALIMANTAN TIMUR
Jumlah Kasus: 36.048 (3.7%)
RIAU
Jumlah Kasus: 28.007 (3.2%)
SUMATERA BARAT
Jumlah Kasus: 26.218 (2.9%)
BANTEN
Jumlah Kasus: 23.380 (2.5%)
BALI
Jumlah Kasus: 23.067 (2.3%)
SUMATERA UTARA
Jumlah Kasus: 20.046 (2.3%)
DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
Jumlah Kasus: 18.736 (1.8%)
KALIMANTAN SELATAN
Jumlah Kasus: 17.050 (1.9%)
PAPUA
Jumlah Kasus: 14.582 (1.6%)
SUMATERA SELATAN
Jumlah Kasus: 13.508 (1.5%)
SULAWESI UTARA
Jumlah Kasus: 12.090 (1.3%)
KALIMANTAN TENGAH
Jumlah Kasus: 11.281 (1.3%)
ACEH
Jumlah Kasus: 9.115 (1.1%)
SULAWESI TENGGARA
Jumlah Kasus: 9.108 (1.0%)
LAMPUNG
Jumlah Kasus: 8.774 (0.9%)
KEPULAUAN RIAU
Jumlah Kasus: 7.793 (0.9%)
NUSA TENGGARA BARAT
Jumlah Kasus: 6.852 (0.7%)
PAPUA BARAT
Jumlah Kasus: 6.486 (0.7%)
SULAWESI TENGAH
Jumlah Kasus: 6.211 (0.6%)
KALIMANTAN UTARA
Jumlah Kasus: 6.182 (0.6%)
MALUKU
Jumlah Kasus: 6.165 (0.7%)
BENGKULU
Jumlah Kasus: 4.378 (0.5%)
JAMBI
Jumlah Kasus: 4.189 (0.4%)
GORONTALO
Jumlah Kasus: 4.142 (0.5%)
KEPULAUAN BANGKA BELITUNG
Jumlah Kasus: 3.821 (0.4%)
KALIMANTAN BARAT
Jumlah Kasus: 3.708 (0.4%)
NUSA TENGGARA TIMUR
Jumlah Kasus: 3.663 (0.3%)
MALUKU UTARA
Jumlah Kasus: 3.277 (0.4%)
SULAWESI BARAT
Jumlah Kasus: 2.894 (0.3%). (Rina Ayu)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/menkes-budi-gunadi-sadikin-bahan-baku-vaksin.jpg)