Kamis, 7 Mei 2026

Virus Corona

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin: Cara Testing Covid-19 di Indonesia Salah

Artinya, bukan testing mandiri seperti ketika seseorang memiliki kepentingan tertentu, bepergian atau urusan bisnis.

Tayang:
Biro Pers Setpres/Kris
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut cara testing Covid-19 di Indonesia salah. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut cara testing Covid-19 di Indonesia tidak tepat.

Hal itu disampaikan Budi dalam diskusi virtual bertajuk 'Vaksin dan Kita', yang digelar Komite Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Daerah Jawa Barat, dikutip Tribunnews, dalam tayangan YouTube PRMN Suci, Jumat (22/1/2021).

"Testing, tracing, dan treatment (3T) serta isolasi seperti menambal ban bocor."

Baca juga: DPR Serahkan Surat Persetujuan Listyo Sebagai Kapolri kepada Jokowi, Dilantik Sebelum 30 Januari

"Kita kan tidak disiplin. Cara testing-nya kita salah," ungkap Budi.

Mantan Wamen BUMN ini mengatakan, akibat kekeliruan tersebut, meski jumlah testing melampuai target WHO, jumlah kasus positif tetap tinggi.

"Testingnya banyak tapi kok naik terus?"

Baca juga: 82 Persen Tempat Tidur Terpakai, RS Darurat Wisma Atlet Minta Tambahan Tenaga Kesehatan

"Habis (yang) di-tes kayak saya, setiap kali mau ke Presiden dites."

"Tadi malam, barusan saya di-swab."

"Sepekan saya bisa lima kali diswab kalau masuk Istana."

Baca juga: UPDATE Kasus Covid-19 Indonesia 22 Januari 2021: Pasien Positif Melonjak 13.632 Jadi 965.283 Orang

"Apakah benar (testing) seperti itu?" Tanyanya.

Budi melanjutkan, sesuai ilmu epidemiologi, testing harusnya menyasar kelompok orang yang memiliki kontak erat atau suspek dengan pasien positif Covid-19.

Artinya, bukan testing mandiri seperti ketika seseorang memiliki kepentingan tertentu, bepergian atau urusan bisnis.

Baca juga: Ususnya Luka, Maheer At-Thuwailibi Dirawat di RS Polri Kramat Jati

"Bukan orang yang mau pergi kayak saya mau menghadap Presiden."

"Nanti lima kali tes standar WHO segera terpenuhi satu perseribu (per pekan)."

"Tetapi tidak ada gunanya testing itu dalam ilmu epidemiologi."

Baca juga: Haji Lulung Ajak Pemimpin Tobat Nasional, Katanya Bencana Akibat Ulah Manusia Berlaku Zalim

"Hal seperti itu yang harus dibereskan," tambahnya.

Berikut ini sebaran kasus Covid-19 di Indonesia per 22 Januari 2021, dikutip Wartakotalive dari laman covid19.go.id:

DKI JAKARTA

Jumlah Kasus: 243.018 (24.9%)

JAWA BARAT

Jumlah Kasus: 121.239 (11.8%)

JAWA TENGAH

Jumlah Kasus: 111.623 (11.1%)

JAWA TIMUR

Jumlah Kasus: 104.342 (11.2%)

SULAWESI SELATAN

Jumlah Kasus: 44.280 (4.4%)

KALIMANTAN TIMUR

Jumlah Kasus: 36.048 (3.7%)

RIAU

Jumlah Kasus: 28.007 (3.2%)

SUMATERA BARAT

Jumlah Kasus: 26.218 (2.9%)

BANTEN

Jumlah Kasus: 23.380 (2.5%)

BALI

Jumlah Kasus: 23.067 (2.3%)

SUMATERA UTARA

Jumlah Kasus: 20.046 (2.3%)

DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

Jumlah Kasus: 18.736 (1.8%)

KALIMANTAN SELATAN

Jumlah Kasus: 17.050 (1.9%)

PAPUA

Jumlah Kasus: 14.582 (1.6%)

SUMATERA SELATAN

Jumlah Kasus: 13.508 (1.5%)

SULAWESI UTARA

Jumlah Kasus: 12.090 (1.3%)

KALIMANTAN TENGAH

Jumlah Kasus: 11.281 (1.3%)

ACEH

Jumlah Kasus: 9.115 (1.1%)

SULAWESI TENGGARA

Jumlah Kasus: 9.108 (1.0%)

LAMPUNG

Jumlah Kasus: 8.774 (0.9%)

KEPULAUAN RIAU

Jumlah Kasus: 7.793 (0.9%)

NUSA TENGGARA BARAT

Jumlah Kasus: 6.852 (0.7%)

PAPUA BARAT

Jumlah Kasus: 6.486 (0.7%)

SULAWESI TENGAH

Jumlah Kasus: 6.211 (0.6%)

KALIMANTAN UTARA

Jumlah Kasus: 6.182 (0.6%)

MALUKU

Jumlah Kasus: 6.165 (0.7%)

BENGKULU

Jumlah Kasus: 4.378 (0.5%)

JAMBI

Jumlah Kasus: 4.189 (0.4%)

GORONTALO

Jumlah Kasus: 4.142 (0.5%)

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG

Jumlah Kasus: 3.821 (0.4%)

KALIMANTAN BARAT

Jumlah Kasus: 3.708 (0.4%)

NUSA TENGGARA TIMUR

Jumlah Kasus: 3.663 (0.3%)

MALUKU UTARA

Jumlah Kasus: 3.277 (0.4%)

SULAWESI BARAT

Jumlah Kasus: 2.894 (0.3%). (Rina Ayu)

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved