Breaking News:

Mantan Anggota DPRD NTB Cabuli Anak Kandung Ketika Istri Dirawat karena Covid-19, LPSK Tegaskan Ini

LPSK memberikan atensi khusus karena kekerasan seksual termasuk salah satu tindak pidana tertentu yang mendapatkan prioritas perlindungan LPSK.

Tribunjabar.id/Wahyudi Utomo
Ilustrasi pencabulan 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Mantan anggota DPRD Nusa Tenggara Barat (NTB) berinisial AA mencabuli anak kandungnya sendiri.

Mirisnya anak kandung perempuan itu dicabuli ayahnya mantan anggota DPRD NTB tersebut disaat sang istri dirawat di rumah sakit karena terpapa covid-19.

Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) pun menegaskan bahwa hak anak korban tindak pidana untuk memperoleh restitusi.

LPSK mengapresiasi langkah Polresta Mataram yang telah mengamankan AA, mantan anggota DPRD NTB yang diduga melakukan kekerasan seksual terhadap anak kandungnya.

Baca juga: Dilantik Sebagai Sekda DKI, Ini Daftar Harta Kekayaan Marullah Matali

Baca juga: Diduga Lelah Terima Aduan Warga yang Tak Dapat Bansos, Jadi Penyebab Dipotongnya Dana BST Kemensos

Baca juga: Lowongan Kerja di Jakarta Smart City DKI, Gaji Terbesar Rp 23 Juta, Banyak Posisi, Cek di Sini

Selain menjerat pelaku atas perbuatannya, LPSK juga mengingatkan penyidik tentang hak anak korban tindak pidana untuk memperoleh restitusi.

Ketua LPSK Hasto Atmojo Suroyo menyesalkan ulah AA yang melakukan kekerasan seksual terhadap anak kandungnya.

Sebagai mantan pejabat publik, perbuatan pelaku sungguh memalukan.

“Kami (LPSK) menilai langkah penyidik mengamankan pelaku tepat untuk mencegah intimidasi kepada korban. Apalagi, korban merupakan anak kandung pelaku yang kemungkinan besar kebutuhan ekonominya masih tergantung kepada pelaku,” kata Hasto di Jakarta, Jumat (22/1-2021).

Di sisi lain, lanjut Hasto, ibu kandung anak korban sebagaimana diberitakan harus dirawat karena terpapar Covid-19.

Kondisi demikian membuat posisi anak korban menjadi serba sulit. Bahkan, kini, anak korban harus berhadapan secara hukum dengan ayah kandungnya sendiri.

“LPSK siap memberikan perlindungan bagi anak korban. Yang bersangkutan dapat mengakses layanan dari negara, antara lain bantuan medis, rehabilitasi psikologis dan bantuan lain,” ungkap Hasto.

Halaman
12
Editor: Mohamad Yusuf
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved