Virus Corona Tangsel

Koalisi Masyarakat Lapor Covid-19 Kritisi Ketersediaan Ruang ICU Rujukan bagi Pasien Virus Corona

Koalisi masyarakat yang tergabung dalam Lapor Covid-19, menyesali pasien virus berbahaya itu meninggal karena ketiadaan ruang ICU rujukan.

Editor: Valentino Verry
AFP PHOTO/CENTERS FOR DISEASE CONTROL AND PREVENTION/ALISSA ECKERT/HANDOUT
Ilustrasi virus COVID-19. Virus berbahaya tersebut telah merengut banyak orang di dunia, seperti di Kota Tangsel. Karena ketiadaan ruang ICU rujukan, nyawanya melayang. 

WARTAKOTALIVE.COM, TANGSEL - Koalisi masyarakat yang tergabung dalam Lapor Covid-19, menyesali pasien virus berbahaya itu meninggal karena ketiadaan ruang ICU rujukan.

Seperti diketahui, ada seorang pasien Covid-19 meninggal dunia di sebuah puskesmas di Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Pasien itu meninggal dunia karena tidak mendapat ruang ICU rujukan. 

Pasien Covid-19 itu mengalami perburukan hingga harus dirujuk ke ICU, karena puskesmas Tangsel tak mampu menanganinya lebih baik.

Namun, dua hari di puskesmas, ruang ICU rujukan Covid-19 tak kunjung didapat. Pihak keluarga sampai menghubungi ke Lapor Covid-19, koaliasi warga yang berdiri untuk keterbukaan data, laporan warga, kajian dan advokasi terkait Covid-19. Keluarga pasien minta dibantu mencarikan ruang ICU yang tersedia.

Pihak Lapor Covid-19 pun menghubungi 75 rumah sakit di Jabodetabek, namun seluruhnya mengaku penuh. Sampai akhirnya pasien Covid-19 itu meninggal dunia.

Yemiko Happy (23), dari Lapor Covid-19, mengatakan pihaknya mengkritik pemerintah dalam menyediakan sarana-prasarana kesehatan bagi masyarakat. 

Baginya, jika seseorang meninggal dunia di puskemas, artinya rumah sakit sudah kolaps.

"Artinya masih belum cukup pemenuhan hak kesehatan masyarakat. Karena ketika kita melihat public health ya, ketika seseorang meninggal di puskesmas itu menunjukkan bahwa rumah sakit sudah kolaps," ucap Yemiko, Jumat 922/1/2021).

Lapor Covid-19 berharap pemerintah bisa lebih fokus pada perbaikan sarana-prasarana kesehatan. 

"Pemenuhan jaminan keselamatan terhadap nakes. Pengetatan wilayah dengan penguatan 3T," ujarnya.

"Lalu perkuat disiplin 3M serta untuk melakukan diseminasi yang cukup masif terhadap informasi dan edukasi terkait Covid-19," imbuh Yemiko.

Seperti diketahui, seorang pasien Covid-19 meninggal dunia di sebuah puskemas Tangsel karena tidak kunjung mendapatkan ruang ICU, Kamis (21/1/2021).

Hal itu diungkapkan oleh Lapor Covid-19, koaliasi warga yang berdiri untuk keterbukaan data, laporan warga, kajian dan advokasi terkait Covid-19. 

Yemiko mengatakan, pasien Covid-19 itu merupakan warga Tangsel. Yemiko tidak memberikan keterangan identitas pasien lebih rinci dan lokasi puskesmas karena permintaan keluarga pasien.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved