Dinsos Kota Tangsel Masih Temukan Warga Meninggal dan Pindah Rumah Masuk Data Penerima Bansos

Berdasarkan informasi yang dihimpun Wartakotalive.com, sebanyak 90.173 Kepala Keluarga (KK) di Kota Tangsel tercatat sebagai penerima BST.

Penulis: Rizki Amana | Editor: Dedy
Warta Kota/Zaki Ari Setiawan
Kepala Dinas Sosial Tangerang Selatan, Wahyunoto Lukman, di Puspemkot Tangerang Selatan, Serua, Ciputat, Jumat (19/7/2019). 

WARTAKOTALIVE.COM, TANGSEL --- Pihak Dinas Sosial Kota Tangerang Selatan masih menemukan sejumlah data ganda penerima bantuan sosial tunai (BST).

Tak hanya itu, pihaknya juga menemukan sejumlah data bermasalah para penerima bansos jaring pengamanan sosial itu.

“Jadi bukan hanya data ganda saja ya, total yang harus diperbaiki data termasuk yang meninggal, yang pindah dan ada yang perubahan NIK, jadi yang terdaftar masih pakai NIK dan data yang lama. Kemudian sekarang dia pakai yang elektronik NIK-nya baru. Itu data-data yang harus kita perbaiki, lebih kurang ada sekitar 7000-an,” ucap Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Kota Tangsel, Wahyunoto Lukman, saat dikonfirmasi Wartakotalive.com, Jumat (22/1/2021).

Berdasarkan informasi yang dihimpun Wartakotalive.com, sebanyak 90.173 Kepala Keluarga (KK) di Kota Tangsel tercatat sebagai penerima BST.

Hingga saat ini, pihak Dinsos Kota Tangsel telah menyalurkan bantuan senilai Rp 300.000 per KK kepada 70.200 lebih penerimanya.

“Angka yang sudah tersalur dari total 90.173 itu lebih kurang 70.200 sekian. Jadi sekitar 85 persen,” kata Wahyu.

Diketahui, dalam penyaluran bansos tersebut dilakukan oleh pihak PT Pos Indonesia yang dimulai sejak tanggal 9 Januari 2021 lalu.

Penyaluran bantuan yang awalnya dilakukan secara door to door mengalami sejumlah kendala oleh PT Pos Indonesia.

Hingga penyaluran BST jaring pengamanan sosial itu dilakukan dengan secara langsung melalui satu lokasi yang telah ditentukan kepada para penerima..

Tiga paket bansos

Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) menyiapkan tiga paket bantuan sosial (Bansos).
Kadinsos Kota Tangsel, Wahyunoto Lukman mengatakan tiga paket bansos itu masing-masing didistribusikan dari Kementerian Kesehatan, Pemerintah Provinsi Banten, dan Pemerintah Kota Tang­sel.

Pertama bantuan sosial tunai (BST) yang bersumber dari Kementerian Sosial sebesar Rp 300.000 merupakan program jaring pengamanan sosial.

Sedangkan, bansos yang bersumber dari Pemerintah Provinsi Banten yakni Jaminan Sosial Rakyat Banten Bersatu dan paket bansos yang berdumber Pemkot Tangsel ditujukan bagi masyarakat yang tidak menerima BST jaring pengamanan sosial.

“Kalau yang dari Provinsi (Banten) dan Pemkot Tangsel ini kan bansos yang direncanakan, jadi bukan fokus pada jaring pengaman sosial yang terdampak covid. Kita khususkan untuk yang rentan, lansia, penyandang disabilitas,” kata Wahyu.

Ia menuturkan penyaluran tahap pertama kepada masyarakat berupa BST jaring pengamanan sosial yang sedang berlangsung tahapan penyalurannya.

Sementara, dua paket bansos yang bersumber dari Pemprov Banten dan Pemkot Tangsel Bakal disalurkan pihaknya pada triwulan kedua.

“Kita fokusnya di triwulan kedua, April (2021). Karena kita harus rekon data, verifikasi kelengkapan, karena ini bansos yang direncanakan,” jelasnya.

Adapun total penerima dari paket bansos Pemprov Banten sebanyak 1.020 Kepala Keluarga (KK).

Sumber: Warta Kota
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved