Virus Corona Tangsel

Benyamin Davnie Nyatakan Penanganan Pasien Covid-19 tak Memandang Alamat di KTP

Wakil Wali Kota Tangel, Benyamin Davnie, mengatakan penanganan pasien Covid-19 memang tidak bisa memandang wilayah administrasi.

Editor: Valentino Verry
Warta Kota
Wakil Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie, mengatakan penanganan pasien Covid-19 memang tidak bisa memandang wilayah administrasi. 

WARTAKOTALIVE.COM, TANGSEL - Wakil Wali Kota Tangel, Benyamin Davnie, mengatakan penanganan pasien Covid-19 memang tidak bisa memandang wilayah administrasi.

"Ini soal hak asasi, orang ingin dirawat di mana ingin sembuh, dijamin pemerintah," ucap Benyamin di Kantor Pemkot Tangsel, Ciputat, Jumat (22/1/2021).

"Tentunya perlu campur tangan pemerintah pusat dengan anggaran yang tidak kecil," imbuhnya.

"Dengan apa namanya, kamar yang penuh, ICU yang penuh, jelas-jelas membutuhkan penanganan yang terintegrasi, khususnya Jabodetabek sebagai episentrum penyebarannya," lanjut Benyamin. 

Benyamin mengungkapkan, kapasitas tempat tidur untuk penanganan pasien Covid-19 di Tangsel sudah terisi 93 persen.

Sedangkan ruang ICU sudah dipastikan penuh bukan saja oleh warga Tangsel, melainkan ada juga dari luar seperti Depok dan Bogor.

Ilustrasi pasien Covid-19.
Ilustrasi pasien Covid-19. (Chine Nouvelle/sipa/rex/dailaymail)

"Tapi kalau yang sakit, di Tangsel juga dari luar Tangerang Selatan, dari kita juga ada yang dari Bogor, dari Depok," ujarnya.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengklaim, banyak pasien Covid-19 di rumah sakit di DKI Jakarta banyak dari wilayah penyangga seperti Bogor, Tangerang, Tangerang Selatan, Bekasi, dan Kabupaten Bekasi.

Merujuk data terbaru, 24 persen kapasitas rumah sakti di Jakarta adalah pasien dari Bodetabek. Dari 101 rumah sakit rujukan Covid-19, ruang rawat inap dan ICU yang tersisa hanya 13 persen.

Ini menjadi ironis di mana Pemerintah Pusat sedang getol menurunkan sebaran Covid-19, sementara kapasitas fasilitas kesehatan tak bisa menampung.

Anies pun meminta pemerintah pusat untuk mengambil alih koordinasi penanganan Covid-19 di Jabodetabek.

Saking penuhnya ruang isolasi, seorang pasien Covid-19 meninggal dunia di puskesmas Tangsel, karena tidak mendapat ruang ICU rujukan. 

Seperti diberitakan TribunJakarta.com sebelumnya, pasien Covid-19 asal Tangsel itu mengalami perburukan hingga harus dirujuk ke ICU.

Namun, dua hari di puskesmas, ruang ICU rujukan Covid-19 tak kunjung didapat. Pihak keluarga sampai menghubungi Lapor Covid-19, koaliasi warga yang berdiri untuk keterbukaan data, laporan warga, kajian dan advokasi terkait Covid-19. Keluarga pasien minta dibantu mencarikan ruang ICU yang tersedia.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved