Breaking News:

Berita Video

VIDEO Mesin Partai Jadi Kunci Kemenangan Idris-Imam di Pilkada Depok 2020

Imam menilai militansi kader PKS sebagai kekuatan pasangan yang sedianya dilantik menjadi wali kota dan wakil wali kota Depok, Februari 2021 mendatang

Penulis: Vini Rizki Amelia | Editor: Ahmad Sabran
Warta Kota/Vini Rizki Amelia
Imam Budi Hartono (kiri) dan Mohammad Idris saat memberikan keterangan kepada wartawan seusai ditetapkan sebagai wali kota dan wakil wali kota terpilih di Pilkada Depok 2020, Hall Dwidjosewojo, Hotel Bumi Wiyata, Beji, Depok, Kamis (21/1/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, DEPOK - Sejumlah calon petahana memenangi pemilihan kepala daerah atau Pilkada 2020 di Kota Tangerang Selatan, Kota Depok, dan Karawang. 

Sukses ini tak lepas dari peran tim pemenangan yang bekerja di balik layar. Merekalah pengatur strategi selama masa kampanye untuk mendulang suara warga.

Dari Pilkada Depok, Imam Budi Hartono yang berpasangan dengan Mohammad Idris menyebut, kemenangan pihaknya karena kerja keras partai pendukung, relawan, dan kader parpol. 

Secara khusus, Imam menilai militansi kader PKS sebagai kekuatan pasangan yang sedianya dilantik menjadi wali kota dan wakil wali kota Depok, Februari 2021 mendatang.

"Apa yang kami lakukan, semua berangkat dari survei, apa yang diinginkan atau dibutuhkan masyarakat Depok termasuk dengan bahan-bahan yang kami jabarkan saat debat,"

"Untuk debat memang kami memiliki tim konten, ada yang dari tim Idris-Imam dan ada juga dari teman-teman Universitas Indonesia (UI)," ucap jebolan Teknik Kimia UI ini kepada Warta Kota belum lama ini.

Imam mengakui, dari 72 hari masa kampanye, yang paling mendebarkan saat ia menghadiri debat kedua sendirian. 

Ketika itu, Idris sedang menjalani isolasi di RSUD Kota Depok usai dinyatakan positif Covid-19.

Sehari sebelum debat, politisi berumur 52 tahun ini kemudian melakukan "isolasi mandiri". Maksudnya adalah menjauhkan dari aktivitas kampanye maupun komunikasi dengan pihak luar.

"Saya di rumah, digeber tim untuk menyiapkan diri menghadapi debat termasuk tidak boleh pegang handphone. Seharian saya dilatih dari mulai gestur, cara penyampaian. Pokoknya benar-benar disiapkan, luar biasa sekali lah ketika itu," katanya.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved