Breaking News:

Berita Jakarta

Tanggapan Komisi D DPRD DKI Jakarta soal Persiapan Banjir di Jakarta

Komisi D DPRD DKI Jakarta menilai, secara keseluruhan kesiapan Pemprov DKI Jakarta untuk menghadapi musim hujan sudah berjalan baik.

Wartakotalive.com/M Nur Ichsan Arief
Ilustrasi alat berat sedang mengeruk lumpur dan sampah di aliran Kali Cengkareng Drain, Jakarta Barat, Rabu (20/1/2021). Pengerukan dilakukan sebagai langkah pengendalian banjir di ibukota sehingga aliran air bisa berjalan lancar serta meminimalisir genangan saat intensitas hujan tinggi. 

WARTAKOTALIVE.COM, GAMBIR - Komisi D DPRD DKI Jakarta menilai, secara keseluruhan kesiapan Pemprov DKI Jakarta untuk menghadapi musim hujan sudah berjalan baik.

Tidak hanya pengerukan tali-tali air, DKI Jakarta juga telah memastikan rumah pompa di Ibu Kota berfungsi optimal saat musim hujan turun.

"Sampai sekarang saya katakan, langkah dinas terkait masih bisa diharapkan yah untuk menghadapi banjir dengan segala upaya yang dilakukan, tapi perlu ditingkatkan yang saluran mikronya," kata Sekretaris Komisi D DPRD DKI Jakarta Syarif, Kamis (21/1/2021).

Menurut Syarif, ada 3 dinas bertugas menangani dan mengantisipasi banjir adalah Dinas Sumber Daya Air, Dinas Bina Marga dan Dinas Lingkungan Hidup.

Baca juga: Legislator Minta Pemprov DKI Cek Seluruh Sistem Pengendalian Banjir Antisipasi Cuaca Ekstrem

Baca juga: Antisipasi Penyakit Pasca-Banjir Besar saat Masa Pandemi Covid-19

Petugas yang tergabung dalam satuan tugas (satgas) penanganan banjir itu berjuang menyiapkan langkah untuk mengantisipasi banjir.

Syarif mengatakan, selama bertugas di DPRD DKI Jakarta sejak 2019, dia rutin mengawasi petugas melakukan upaya mitigasi banjir.

Terutama, para petugas dari Dinas SDA yang melakukan pengerukan lumpur dan sampah di sejumlah saluran PHB, kali, waduk, polder, sungai dan sebagainya.

Namun politisi Partai Gerindra ini meminta DKI untuk mewaspadai ancaman banjir dan genangan yang bersumber dari saluran mikro atau gorong-gorong akibat sumbatan sampah saat musim hujan.

Antisipasi itu berdasarkan pengalaman tahun 2017, sejumlah gorong-gorong di Ibu Kota dipenuhi sampah kulit kabel, sehingga berdampak banjir di sejumlah ruas jalan.

Baca juga: Bantuan Terus Mengalir ke Posko Pengungsi Banjir Bandang Gunung Mas Kabupaten Bogor

Baca juga: Rumah Warga Korban Banjir Bandang Gunung Mas Puncak Bogor Dijaga Petugas Gabungan

"Ini (banjir) bukan hanya soal urusan saluran makro dengan PHB saja, tapi ada juga saluran mikro."

Halaman
123
Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Intan Ungaling Dian
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved