Virus Corona Tangsel

Miris, Tidak Kunjung Dapat Rujukan, Pasien Covid-19 Kota Tangsel Tewas di Puskesmas 

Tak Dapat Rumah Sakit Rujukan Covid-19, Pasien Hembuskan Nafas Terakhirnya di Puskesmas Kota Tangsel

Penulis: Rizki Amana | Editor: Dwi Rizki
Kompas.com/Gerry Lotulung
Petugas pemakaman membawa peti jenazah pasien suspect virus corona atau Covid-19 di TPU Tegal Alur, Jakarta Barat, Selasa (31/3/2020 

WARTAKOTALIVE.COM, PAMULANG - Akun Twitter @LaporCovid mengunggah cuitan ya terkait pasien infeksi covid-19 yang meninggal akibat tak mendapati rumah sakit (RS) rujukan penanganan virus corona.

Sontak kabar tersebut telah menjadi perbincangan sejumlah warganet terkait kabar duka yang diubggah oleh akun Twitter @LaporCovid.

Mendapati adanya kabar itu, Warta Kota mencoba mencari kebenaran dari cuitan tersebut. 

Alhasil, kabar tersebut dibenarkan oleh Yemiko Happy (23) selaku Tim Lapor Warga Lapor Covid-19

"Benar (pasien meninggal-red) tadi, lebih kurang  pukul 13.00 WIB," kata Yemiko dikonfirmasi Warta Kota pada Kamis (21/1/2021).

Yemiko menuturkan awal mula pihaknya mendapati laporan dari seorang warga terkait permintaannya untuk membantu mencari rumah sakit rujukan khusus pasien infeksi covid-19.

Mendapati laporan tersebut pihaknya langsung mencarikan puluhan rumah sakit rujukan covid-19 yang berada di daerah Jabodetabek. 

Namun hasil nihil diperoleh kedua belah pihak dari setiap rumah sakit yang menjadi rujukan infeksi covid-19.

Baca juga: BST Disunat Pengurus RT/RW, Rupanya Risma Perintahkan PT Pos Indonesia Berikan Langsung Kepada Warga

Bahkan dari 75 rumah sakit rujukan covid-19 yang dihubungi oleh kedua belah pihak itu.

Namun katanya tak satupun yang bersedia menampung pasien infeksi covid-19 yang sudah dalam kondisi kritis itu. 

Malangnya setelah berupaya mencari rumah sakit rujukan, pihak keluarga kembali menghubungi dirinya untuk menyampaikan kabar duka yang sedang dialaminya itu. 

"Jadi sebenarnya pasien itu sudah di Puskesmas selama dua hari di Puskesmas daerah Tangsel. Sembari keluarga pasien itu mencari rumah sakit gitu kan, pada akhirnya menghubungi kami di Lapor Covid-19," tutur Yemiko. 

"Nah setelah menghubugin kami, kami segera menghubungi rumah sakit-rumah sakit dan Dinas Kesehatan. Akan tetapi dari respon rumah sakit itu beberapa sudah penuh seperti biasa begitu dan pada akhirnya mungkin enggak ada satu jam ya dari laporan kami terima, ternyata kami dapat informasi lagi bahwa pasien sudah meninggal dunia di Puskesmas tersebut," lanjutnya. 

Baca juga: Bukan Cuma Pencitraan, Risma Salurkan 15 Mantan Gelandangan untuk Kerja di PT Waskita Karya

Kendati demikian, Yemiko mengaku pihaknya tak dapat membeberkan secara terperinci identitas korban maupun keluarganya. 

Sebab pihak keluarga meminta untuk tidak mempublikasikan identitas dari korban beserta lokasi Puskesmas dirawatnya pasien tersebut. 

"Kalau untuk identitas dan kronologi secara rinci kami tidak bisa menjelaskan. Karena berkaitan dengan privasi keluarga pasien juga. Jadi paling tidak kami bisa memberikan garis besar terkait apa yang terjadi dengan pasien," pungkasnya. 

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved