Breaking News:

Pilpres AS

DIJAGA 25.000 Tentara, Pelantikan Lancar, Presiden AS Joe Biden Tiba dengan Selamat di Gedung Putih

Tanpa menunggu lama, Joe Biden langsung bertolak menuju Gedung Putih, kediaman resmi Presiden AS dan telah tiba dengan selamat.

Tampak layar joebiden.com
Presiden Joe Biden berhasil tiba dengan selamat di Gedung Putih yang dijaga oleh lebih dari 25.000 tentara, dan tanpa ratusan ribu penonton yang biasanya memadati ritual empat tahunan itu. Foto dok: Joe Biden dan Kemala Harris 

WARTAKOTALIVE.COM, WASHINGTON - Bayangan ancaman kerusuhan dalam pelaksanaan acara pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Amerika Serikat, tidak terbukti.

Acara pelantikan berjalan dengan lancar dan sukses tanpa gangguan berarti. Bahkan, seusai acara pelantikan, Presiden Joe Biden telah tiba di Gedung Putih dengan selamat.

Gedung Putih adalah kediaman resmi Presiden AS, yang sebelumnya telah ditinggalkan oleh presiden pendahulunya, Donald Trump dan istri, Melania Trump menuju Florida.

Video: Presiden Jokowi Tinjau Kantor Gubernur Sulbar yang Luluh Lantak Diguncang Gempa

Setelah mengambil sumpah jabatan sebagai Presiden ke-46 Amerika Serikat (AS), Joe Biden berhasil tiba dengan selamat di Gedung Putih yang dijaga oleh lebih dari 25.000 tentara, dan tanpa ratusan ribu penonton yang biasanya memadati ritual empat tahunan itu.

Tindakan pencegahan yang belum pernah terjadi sebelumnya itu memastikan Presiden Joe Biden dan Wakil Presiden Kamala Harris aman dari insiden dalam sebuah upacara pelantikan di luar gedung Kongres AS, Capitol, Rabu (20/1/2021).

Dua minggu yang lalu massa menyerang gedung Capitol untuk mencegah Kongres menyatakan kemenangan Joe Biden dan Kamala Harris.

Baca juga: BREAKING NEWS: Donald Trump Tinggalkan Gedung Putih, Akhiri Jabatan Presiden AS

Baca juga: BREAKING NEWS: Joe Biden Resmi Jabat Presiden AS, Ini Sumpahnya Usai Dilantik Gantikan Donald Trump

Namun upaya tersebut berujung pada kegagalan.

Setelah keluar dari Capitol dengan iring-iringan mobil yang lambat, Biden dengan cepat melanjutkan perjalanannya dan sampai di blok terakhir dari Departemen Keuangan ke Gedung Putih, tanpa diduga ia menyapa beberapa tamu yang diundang serta para jurnalis di sepanjang jalan.

"Hanya beberapa hari setelah massa yang melakukan huru-hara di Capitol dan mereka mengira bisa menggunakan kekerasan untuk membungkam keinginan rakyat, menghentikan kerja demokrasi kita, itu tidak terjadi. Itu tidak akan pernah terjadi. Tidak hari ini, tidak besok, tidak selamanya," kata Biden dalam pidato pengukuhannya di Capitol.

Beberapa kelompok ekstremis sayap kanan telah berjanji untuk mengganggu pelantikan Biden setelah serangan 6 Januari, tetapi hanya protes yang tersebar yang muncul pada hari Rabu.

Baca juga: CIRI-ciri Pelaku Eksibisionis Terhadap Istri Komedian Isa Bajaj Dikenali Polisi dari Rekaman CCTV

Di luar Union Station, terminal kereta kota, pasukan Pengawal Nasional yang membawa senapan berdiri di belakang pagar berlapis kawat yang menutup Capitol Hill.

Sekelompok kecil pengunjuk rasa berdiri di luar batas keamanan.

"Jika Joe Biden ingin membawa Amerika ke neraka, silakan saja!" salah satu pengunjuk rasa yang berteriak melalui pengeras suara.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved