Breaking News:

Berita Bekasi

Curah Hujan Tinggi, Wilayah Langganan Banjir di Kabupaten Bekasi Diminta Waspada

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi mengimbau masyarakat yang menetap di wilayah langganan banjir agar waspada.

Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Intan Ungaling Dian
Wartakotalive/Muhammad Azzam
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi menyiagakan 28 perahu karet untuk antisipasi terjadinya banjir. 

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi mengimbau masyarakat yang menetap di wilayah langganan banjir agar waspada.

Seperti  masyarakat yang tinggal di wilayah Tambun, Cibitung dan Babelan harus waspada bahaya banjir.

Pasalnya, curah hujan cukup tinggi beberapa hari terakhir ini.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bekasi, Henri Lincoln mengatakan, pihaknya telah melakukan persiapan kesiapsiagaan penanggulangan banjir.

Seluruh posko di setiap kecamatan telah melakukan apel kesiapsiagaan bencana banjir.

Baca juga: Kabar Duka, Anggota DPRD Kabupaten Bekasi Fraksi Golkar Meninggal Diduga Terpapar Virus Corona

Baca juga: Angka Covid-19 Tinggi, DPRD Kabupaten Bekasi Minta Satgas Tindak Tegas Pelanggar Protokol Kesehatan

"Logistik makanan, peralatan evakuasi perahu karet, mesin pompa, maupun personel telah dipersiapkan dalam menghadapi potensi bencana banjir," kata kata Henri, Kamis (21/1/2021).

Perahu karet, kata Henri, sudah disiagakan di setiap kantor kecamatan yang menjadi posko penanganan banjir.

Jumlah perahu karet yang disiagakan di Kabupaten Bekasi saat ini sebanyak 24 unit.

“Empatpuluhlima personel kita sudah siap, kami juga kan dibantu bersama unsur kepolisian, TNI, serta masyarakat," ujarnya.

Untuk titik rawan banjir tahun 2021 tidak berbeda jauh dengan tahun 2020.

Baca juga: Sekda Kabupaten Bekasi: Pemulihan Ekonomi Tanpa Mengabaikan Protokol Kesehatan

Baca juga: Para Kontraktor Perbaikan Jalan di Kabupaten Bekasi Geram Proyek Sudah Selesai Tapi Belum Dibayar

Oleh karena itu, dia meminta masyarakat yang tinggal di wilayah rawan banjir agar selalu menjaga kebersihan. Terutama jangan membuang sampah ke sungai atau kali.

“Ya masyarakat juga harus menjaga kebersihan. Terutama saluran-saluran sungai. Jangan buang sampah yang dapat menjadikan sedimentasi. Kalau sedimen kan muka air makin tinggi,” ujarnya.

Harapannya, tidak  terjadi banjir. Seandainya terjadi banjir karena sudah diantisipasi sehingga tidak separah tahun lalu.

Pasalnya, Pemerintah Kabupaten Bekasi telah melakukan normalisasi kali dan sungai dalam rangka menanggulangi bencana banjir.

"Pemkab Bekasi berupaya melakukan normalisasi sungai dan saluran. Ya mudah-mudahan di Kabupaten Bekasi Tuhan izinkan tidak ada bencana yang lebih besar,” ujarnya.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved