Breaking News:

Pemerintahan Jokowi

Peraturan Baru Penamaan untuk Pulau, Gunung, Laut, Gua, Bukit, Danau Paling Banyak 3 Kata

Presiden Joko Widodo atau Jokowi menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 2 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Nama Rupabumi.

Tangkap Layar Akun Twitter @sandiuno
Ilustrasi -- penamaan danau, pulau, bukit, laut, gunung bisa memakai bahasa indonesia maupun bahasa asing foto: Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno atau Sandiaga Uno berfoto di Danau Toba, Sumatera Utara 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Penamaan gunung, laut, bukit, pulau, gua, danau di Indonesia bisa menggunakan bahasa Indonesia atau bahasa asing

Hal ini sesuai dengan PP Nomor 2 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Nama Rupabumi.

Presiden Joko Widodo atau Jokowi menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 2 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Nama Rupabumi.

Dalam aturan tersebut, terdapat peraturan yang memperbolehkan penamaan unsur rupabumi antara lain pulau, laut, gunung, bukit, gua, danau, dan lainnya dengan menggunakan bahasa daerah atau asing.

Adapun poin itu tercantum dalam Pasal 3 huruf b tentang prinsip nama rupabumi sebagaimana diatur dalam PP tersebut.

"Dapat menggunakan bahasa daerah atau bahasa asing apabila unsur rupabumi memiliki nilai sejarah, budaya, adat istiadat, dan/atau keagamaan," demikian bunyi Pasal 3 huruf b tersebut, sebagaimana dikutip dari Kompas.com pada Rabu (20/1/2021).

Baca juga: VIDEO Terancam Dipolisikan Ramal Jokowi Lengser di 2021, Mbak You: Maksudnya di 2024

Meskipun demikian, pada Pasal 3 huruf a telah disebutkan dengan jelas bahwa penamaan rupabumi harus menggunakan Bahasa Indonesia.

Artinya, Bahasa Indonesia menjadi bahasa utama yang harus digunakan untuk penamaan rupabumi tersebut.

Selain itu, dalam PP tersebut juga menyebutkan bahwa nama rupabumi harus ditulis menggunakan abjad romawi dan menggunakan satu nama untuk satu unsur rupabumi.

Baca juga: Jokowi Tinjau Banjir, Walhi: Kalau hanya Menyalahkan Hujan dan Sungai Mending Nggak Usah ke Kalsel

Kemudian, nama rupabumi yang dipilih juga harus menghormati keberadaan suku, agama, ras, dan golongan, menggunakan paling banyak tiga kata, dan harus memenuhi kaidah penulisan nama rupabumi dan kaidah spasial.

Halaman
1234
Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved