Breaking News:

Virus Corona Jabodetabek

Kisah Bocah Perempuan Aisyah Alissa Hidup Sebatang Kara Usai Sang Ibunda Meninggal Akibat Covid-19

Kisah Bocah Perempuan Aisyah Alissa Hidup Sebatang Kara Usai Sang Ibunda Meninggal Akibat Covid-19

Penulis: Rizki Amana | Editor: Dodi Hasanuddin
Istimewa
Bocah perempuan, Aisyah Alissa,  yang hanya hidup sebatang kara usai sang ibunda meninggal akibat Covid-19.    

Pilih Isolasi di Rumah

Sementara itu, Ketua RW 18 Kelurahan Benda Baru, Marliansyah A Baset mengatakan bahwa ibu dari Aisyah meninggal akibat covid-19.

Pernyataan itu didapat usai ia bersama warga mengantarkan sang ibu untuk berobat di rumah sakit guna melakukan rapid test. 

"Jadi hari Jumat (15/1/2021) dia ngeluh Dibawa lah ke Puskesmas Benda Baru. Kemudian dari Puskesmas di rapid keluarlah hasil reaktif," kata Baset saat dikonfirmasi, Kota Tangsel, Selasa (18/1/2021).

Tenaga Medis RLC Kota Tangsel bersama para penyintas covid-19 yang dipulangkan pada Jumat (6/11/2020). (Warta Kota/Rizki Amana)
Tenaga Medis RLC Kota Tangsel bersama para penyintas covid-19 yang dipulangkan pada Jumat (6/11/2020). (Warta Kota/Rizki Amana) (Warta Kota/Rizki Amana)

Kemudian mendapati hasil reaktif tersebut, pihak Puskesmas langsung merekomendasikan almarhumah untuk dirujuk ke Rumah Sakit (RS) Permata Pamulang khusus penanganan covid-19.

Dari RS rujukan itu, almarhumah dinyatakan terinfeksi covid-19 dan harus menjalani masa isolasi dan perawatan medis. 

Namun, almarhumah lebih memilih untuk melanjutkan isolasi secara mandiri dikarenakan sang anak yang hanya tinggal sebatang kara. 

"Rapid test antigen keluarlah hasil reaktif, sempat dirawat beberapa jam cuman ditanya ibu mau dirawat ke rumah sakit rujukan atau isolasi mandiri. Karena dia tinggal berdua doang sama anaknya, akhirnya dia bilang saya isolasi mandiri saja di rumah, nanti saya dibantu tetangga," jelasnya. 

Baset menjelaskan, rumah yang dikontraknya itu hanya didiami oleh Aisyah dan almarhumah ibunya selama 4 tahun lamanya. 

Bahkan dari Kartu Keluarga (KK) yang dilaporkan ke pihaknya tercatat hanya dua nama yakni Aisyah dan almarhumah ibunya. 

"Dia (Aisyah) sudah yatim, tinggal berdua saja. Jadi dia sebatang kara di KKnya juga begitu tercatat cuma dua nama," pungkasnya. 

Adapun saat ini Aisyah sedang menjalani isolasi dan perawatan medis setelah dirinya juga dinyatakan positif mengidap covid-19. 

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved