Breaking News:

Investasi BPJAMSOSTEK Naik Meski Di Tengah Pandemi

Sepanjang tahun 2020, penerimaan iuran (unaudited) BPJAMSOSTEK tercacat berhasil dibukukan sebesar Rp73,31 triliun.

Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Ahmad Sabran
BPJamsostek
Direktur Utama BP Jamsostek Agus Susanto 

WARTAKOTALIVE.COM, Jakarta -- BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) mencatatkan hasil positif pada kinerja institusi sepanjang tahun 2020, antara lain kinerja pada bidang Investasi, kepesertaan, dan pelayanan.

Sepanjang tahun 2020, penerimaan iuran (unaudited) BPJAMSOSTEK tercacat berhasil dibukukan sebesar Rp73,31 triliun.

Iuran tersebut ditambah pengelolaan investasi berkontribusi pada peningkatan dana kelolaan mencapai Rp486,38 triliun pada akhir Desember 2020. 

Selain itu, hasil investasi dibukukan sebesar Rp32,30 triliun, dengan Yield on Investment (YOI) yang didapat sebesar 7,38 persen.

Dana dan hasil Investasi tersebut mengalami pertumbuhan masing masing sebesar 12,59 persen dan 10,85 persen dibandingkan tahun akhir 2019.

"Untuk alokasi dana investasi, BPJAMSOSTEK menempatkan sebesar 64 persen pada surat utang, 17 persen saham, 10 persen deposito, 8 persen reksadana, dan investasi langsung sebesar 1 persen," kata Direktur Utama BPJamsostek Agus Susanto melalui keterangan tertulisnya, Senin (18/1/2021).

Baca juga: CPNS 2021 Bisa Ditunda Atau Dibatalkan, Ini Kata Menpan RB Tjahjo Kumolo

Baca juga: Ringankan Beban Korban Banjir Banjar, Kejagung RI Salurkan Ratusan Paket Sembako dan Kebutuhan Pokok

Baca juga: DPRD Minta Pemprov DKI Jakarta Segera Bayarkan Tunjangan PNS Desember 2020

Selama masa pandemi, pengelolaan dana investasi mendapatkan tantangan yang cukup berat, mengingat dampak pandemi Covid-19 dirasakan oleh seluruh bidang usaha di dalam negeri.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang pada awal tahun 2020 dibuka melemah, bahkan sempat terseok ke level 3900-an pasca ditetapkannya Covid-19 sebagai pandemi global. 

"Kondisi pandemi termasuk pasar investasi global dan regional tentunya memiliki pengaruh pada hasil investasi yang diraih oleh industri jasa keuangan pada tahun 2020. Tapi kami telah mengalihkan mayoritas portofolio pada instrumen fixed income hingga mencapai 74 persen dari total portofolio, sehingga tidak berpengaruh langsung dengan fluktuasi IHSG," ujar Agus.

Dirinya menambahkan, untuk lebih memaksimalkan hasil kelolaan investasi, pihaknya juga mengurangi broker fee atau biaya transaksi penempatan dana dengan manajer investasi.

Agus juga menjelaskan dengan kinerja pengelolaan dana di atas, sebagai Badan Hukum Publik yang bersifat nirlaba, seluruh hasil pengelolaan dana dikembalikan kepada peserta.

Saat ini, jumlah peserta BPJAMSOSTEK tercatat sebanyak 50,72 juta pekerja dan 683.700 perusahaan hingga akhir Desember 2020.

Sementara itu, Kepala Kantor BPJAMSOSTEK cabang Jakarta Rawamangun, Aland Lucy Patitty mengatakan pihaknya akan terus berupaya untuk meningkatkan kinerja guna memberikan perlindungan kepada peserta.

"Kami siap mendukung upaya ini agar perlindungan menyeluruh kepada pekerja Indonesia dapat segera terwujud dengan tetap mematuhi protokol kesehatan saat melakukan pelayanan," kata Aland. (abs)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved