Virus Corona

EKSTRAK GANJA Terbukti Kurangi Kematian Pasien Covid-19, Penelitian Terbaru Pakar Universitas Kanada

Ekstrak ganja bisa mengurangi kematian akibat Covid-19. Demikian hasil penelitian terbaru di University of Lethbridge Kanada.

Editor: Suprapto
shutterstock/tongrit/dailymail
Ekstrak ganja ternyata bisa mengurangi kematian akibat Covid-19. Demikian hasil penelitian terbaru di University of Lethbridge Kanada. Uji coba pengobatan dengan ekstrak ganja telah sampai uji klinik fase 3. 

Dr Kovalchuk dan timnya sebelumnya menemukan bahan kimia ganja mungkin dapat mencegah SARS-CoV-2 menginfeksi sel manusia.

Langkah selanjutnya untuk penelitian ini adalah mendapatkan perawatan berbasis ganja dalam uji klinis untuk melihat apakah mereka efektif dalam merawat pasien Covid-19 yang parah dalam perawatan intensif.

Awal bulan ini data dirilis yang menemukan bahwa dua obat anti-inflamasi yang sudah digunakan untuk mengobati arthritis efektif dalam menghentikan badai sitokin.

Dalam salah satu terobosan medis terbesar dari pandemi tersebut, para ilmuwan menemukan obat tersebut dapat meningkatkan peluang bertahan hidup bagi pasien yang sudah menggunakan deksametason, steroid yang ditemukan oleh ilmuwan Inggris dapat mengurangi kematian pada pasien Covid yang paling sakit selama musim panas.

Matt Hancock juga menggambarkan penemuan itu sebagai 'perkembangan penting lainnya dalam menemukan jalan keluar dari pandemi ini'.

Hasilnya berasal dari uji coba REMAP-CAP yang melibatkan 3.900 orang dengan Covid parah di 15 negara.

Obat, yang dipasarkan dengan nama merek Actemra dan Kevzara, diberikan melalui infus selama satu jam.

Ekstrak Ganja Obati Kanker

Berdasarkan penelitian awal, pasien yang menderita sejumlah penyakit, termasuk kanker, mendapat manfaat dari pengobatan menggunakan ekstrak ganja.

Penelitian tersebut dilakukan oleh Organisasi Farmasi Pemerintah (GPO- Government Pharmaceuticals Organization) Thailand.

Menurut penjelasan peneliti GPO Nanthakan Suwanpidokkul, yang dikutip bangkokpost.com, Senin, 7 September 2020, penelitian dilakukan setelah GPO mendistribusi obat berbahan dasar ganja kepada rumah sakit pemerintah dan swasta pada Agustus tahun lalu.

Dari hasil penggunaan obat ekstrak ganja di Prasat Neurological Institute dan rumah sakit anak Ratu Sirikit, didapat temuan bahwa 10 dari 16 anak yang menderita epilepsi mengalami perbaikan kondisi.

Di Prasat Neurological Institute bahkan didapat temuan lima dari tujuh pasien penderita sklerosis ganda - sakit syaraf yang menyebabkan pasien mengalami kesulitan bicara, otot lemah dan lainnya - juga mengalami perbaikan kondisi setelah diberi obat ekstrak ganja.

Padahal tujuh pasien tersebut tak mengalami perbaikan kondisi ketika pendapat perawatan sesuai standar selama ini.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved