Breaking News:

Bencana Alam di Tengah Pandemi, Ini Kata Lisda Hendrajoni

Bencana Alam di Tengah Pandemi, Ini Kata Lisda Hendrajoni. Simak selengkapnya dalam berita ini.

ISTIMEWA
Lisda Hendrajoni, Anggota DPR RI 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Selain pandemi Covid-19 yang masih berlangsung hingga saat ini, pada awal Tahun 2021 Indonesia juga dihantam oleh bencana beruntun.

Peristiwa demi peristiwa terus berdatangan, sehingga mengakibatkan pemerintah kewalahan dalam penanganan dan penanggulangan.

Mulai dari jatuhnya pesawat Sriwijaya Air JS-182 rute Jakarta-Pontianak, gempa bumi, gunung meletus, tanah longsor, hingga banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah.

Lisda Hendrajoni selaku anggota Komisi VIII DPR RI yang juga membidangi penanggulangan bencana, menyatakan penanggulangan akan menjadi maksimal jika dilaksanakan secara bergotong royong dari segala macam unsur dan elemen masyarakat.

Baca juga: Gedung Putih Siapkan Seremoni Perpisahan untuk Trump, Tapi Tidak Ada Penghormatan Ala Militer

“Jangan biarkan pemerintah, aparat keamanan, dan pihak terkait saja yang menghadapi semua bencana tersebut. Setiap elemen masyarakat dapat berperan serta dalam penanggulangan, sehingga penanganan dapat cepat terlaksana,” Ujar Lisda saat meninjau penanggulangan Bencana Longsor di Kabupaten Sumedang Jawa barat, beberapa waktu silam.

Lisda juga mengapresiasi ketanggapan dari Pihak Keamanan dan BPBD yang sigap dalam penanggulangan bencana, mulai dari proses evakuasi hingga pasca bencana, selalu berada di garda terdepan.

“Saya melihat langsung bagaimana koordinasi antara pemerintah dan relawan dalam penanggulangan bencana longsor yang terjadi disini. Kami pribadi mengapresiasi kinerja dari Pihak keamanan baik itu dari TNI maupun Polri serta pihak BNPB atau BPBD melalui Tagana di daerah yang selalu berada di garda terdepan, dalam penanggulangan bencana.,” ungkapnya.

Meski demikian, Lisda menambahkan

Baca juga: TNI AU Kerahkan 4 Pesawat Angkut Logistik dan Nakes Bantu Korban Bencana di Sulbar dan Kalsel

kepada seluruh petugas terutama yang berada di pengungsian agar menata sedemian rupa lokasi, sehingga protokol kesehatan tetap terjaga dan tidak menjadi klaster baru, Covid-19.

“Karena kita masih di dalam pandemi, penanganan tentu akan lebih sulit. Terutama agar terhindar dari klaster-klaster perlu adanya penataan lokasi pengungsian dan penampungan sehingga protokol kesehatan tetap terlaksana, agar tidak mengakibatkan klaster baru,” jelasnya.

Halaman
12
Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved