Breaking News:

Virus Corona

Wagub DKI Beberkan Empat Alasan Kasus Covid-19 di Jakarta Masih Tinggi

Apa penyebab kasus covid-19 di Jakarta masih tinggi. Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria pun mengungkapkannya.

Warta Kota/Desy Selviany
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria membeberkan empat alasan kasus Covid-19 di Jakarta paling tinggi dibanding daerah lainnya.

Pertama, kata Ariza, tingginya aktivitas di Jakarta sebagai Ibu Kota karena menjadi daerah transit bagi orang yang datang maupun keluar pada penerbangan domestik serta mancanegara.

“Kemudian di Jakarta masih tinggi karena kami lakukan test 10 kali lipat dari standar WHO (World Health Organization),” kata Ariza di Balai Kota DKI pada Senin (18/1/20201).

Baca juga: Setelah 2 Tahun Vakum, Vanessa Angel Kembali Lagi ke Lokasi Syuting Begitu Dinyatakan Bebas Murni

Selain itu, kata dia, Dinas Kesehatan DKI Jakarta masih mendapatkan rapelan atau rekap data susulan kasus Covid-19 dari pemeriksaan beberapa hari lalu. Karenanya, seolah-olah kasus baru Covid-19 pada saat itu terkesan membludak.

“Keempat karena memang di Jakarta kemarin ada libur akhir tahun, jadi masih memberikan  dampak. Setidaknya ada empat faktor yang menyebabkan kasus jakarta masih cukup tinggi,” jelasnya.

Ariza berharap, semoga kasus Covid-19 di Jakarta semakin landai usai kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) ketat pada tanggal 25 Januari 2021.

Sebab Pemprov DKI Jakarta membatasi aktivitias masyarakat di beberapa tempat misalnya perusahaan non-esensial hanya mempekerjakan karyawan maksimal 25 persen di tempat kerja.

Baca juga: KPK Panggil Kepala Kantor Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta Finari Manan, Ini Kasusnya

“Harapan tentu akan menurun di Jakarta dan mudahan-mudahan seiring dimulainya vaksinasi yah masyarakat jadi lebih peduli. Sekalipun ada keyakinan (sehat) kami minta juga tetap disiplin taat menggunakan masker dan taat protokol kesehatan,” ungkapnya.

Seperti diketahui, Dinas Kesehatan DKI Jakarta melaporkan adanya penambahan 3.395 kasus baru pada Minggu (17/1/2021) kemarin.

Angka tersebut didapat dari akumulasi satu RS BUMN dan satu laboratorium swasta sejak lima hari terakhir sebanyak 836 kasus.

Baca juga: Vanessa Angel Siap Hamil Anak Kedua Setelah Dinyatakan Bebas Murni dari Hukuman Kasus Psikotropika

Sementara untuk penambahan murni kasus pada Minggu (17/1/2021) mencapai 2.559 kasus.

Hal itu terungkap setelah dinas melakukan pengetesan terhadap 14.997 spesimen dengan hasil 2.559 positif dan 12.438 negatif.

Di sisi lain, jumlah kasus aktif di Jakarta turun sebanyak 410 kasus, sehingga jumlah kasus aktif sampai hari ini sebanyak 21.679 (orang yang masih dirawat / isolasi).

Baca juga: Setelah Karen Rantung, Siapa Finalis Indonesian Idol Special Season yang Tereliminasi Malam Ini?

Sedangkan, jumlah kasus Konfirmasi secara total di Jakarta sampai hari ini sebanyak 227.365 kasus.

Dari jumlah total kasus tersebut, total orang dinyatakan telah sembuh sebanyak 201.907 dengan tingkat kesembuhan 88,8 persen dan total 3.779 orang meninggal dunia dengan tingkat kematian 1,7 persen, sedangkan tingkat kematian Indonesia sebesar 2,9 persen.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved