Breaking News:

Kasus Korupsi

KPK Panggil Kepala Kantor Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta Finari Manan, Ini Kasusnya

Kepala Kantor Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta Finari Manan dipanggil KPK sebagai saksi untuk tersangka Direktur PT Dua Putra Perkasa Suharjito.

TribunJakarta.com/Ega Alfreda
KPK memanggil Kepala Kantor Bea Cukai Soekarno-Hatta Finari Manan sebagai saksi untuk tersangka Direktur PT Dua Putra Perkasa Suharjito, Senin (18/1/2021). Foto dok: Kepala Kantor Pelayanan Umum Bea dan Cukai Tipe C Bandara Soekarno-Hatta, Finari Manan saat melaksanakan konferensi pers penangkapan akhir tahun, Senin (23/12/2019). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Kasus tindak pidana korupsi suap terkait perizinan tambak, usaha, dan atau pengelolaan perikanan yang antara lain melibatkan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo (EP), memasuki babak baru.

Hari ini, Senin (18/1/2021), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)  memanggil Kepala Kantor Bea Cukai Soekarno-Hatta Finari Manan sebagai saksi untuk tersangka Direktur PT Dua Putra Perkasa (DPP) Suharjito (SJT).

"Yang bersangkutan dipanggil sebagai saksi untuk tersangka SJT dalam penyidikan tindak pidana korupsi suap terkait perizinan tambak, usaha, dan atau pengelolaan perikanan atau komoditas perairan sejenis lainnya tahun 2020," ucap Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya di Jakarta, Senin (18/1/2021).

Video: Detik-detik Ombak Tinggi Terjang Jalan di Manado

KPK juga memanggil tiga saksi lainnya untuk tersangka Suharjito, yaitu Kasir Besar PT Dua Putra Perkasa Pratama (PT DPPP) Joko Santoso, pegawai PT DPPP Betha Maya Febiana, dan karyawan swasta bernama Yunus.

Selain Suharjito, KPK juga menetapkan enam tersangka lainnya, yakni mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo (EP), Staf Khusus Edhy sekaligus Wakil Ketua Pelaksana Tim Uji Tuntas (Due Diligence) Safri (SAF), Staf Khusus Edhy sekaligus Ketua Pelaksana Tim Uji Tuntas (Due Diligence) Andreau Pribadi Misata (APM).

Selanjutnya Amiril Mukminin (AM) dari unsur swasta/Sekretaris Pribadi Edhy, pengurus PT Aero Citra Kargo (ACK) Siswadi (SWD), dan Ainul Faqih (AF) selaku staf istri Edhy.

Baca juga: Kantor PP Bea Cukai Tipe Madya Pabean A Bekasi Musnahkan 46.490 Mililiter Liquid Vape Ilegal

Baca juga: VIDEO Bea Cukai Bekasi Musnahkan Rokok dan Liquid Vape Ilegal, Minta Warga Beli Liquid Resmi

Edhy diduga menerima suap dari perusahaan-perusahaan yang mendapat penetapan izin ekspor benih lobster menggunakan perusahaan "forwarder" dan ditampung dalam satu rekening hingga mencapai Rp9,8 miliar.

Uang yang masuk ke rekening PT ACK yang saat ini jadi penyedia jasa kargo satu-satunya untuk ekspor benih lobster itu selanjutnya ditarik ke rekening pemegang PT ACK, yaitu Ahmad Bahtiar dan Amri senilai total Rp9,8 miliar.

Selanjutnya pada 5 November 2020, Ahmad Bahtiar mentransfer ke rekening staf istri Edhy bernama Ainul sebesar Rp 3,4 miliar yang diperuntukkan bagi keperluan Edhy dan istrinya Iis Rosita Dewi, Safri serta Andreau.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved