Breaking News:

Kasus Covid-19 Meningkat, Pemkot Depok Tambah 50 Persen Ruang ICU Namun Hadapi Kendala Ini

Jumlah tersebut sekitar 50 tempat tidur lebih yang akan disiapkan Pemkot Depok demi bisa menangani warganya yang terinfeksi Covid-19.

Warta Kota/Gopis Simatupang
Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, Novarita. 

Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok Novarita belum dapat mengonfirmasi kabar ini. Ia mengatakan pihaknya tengah mencari identitas warga tersebut.

"Tadi sudah ada nama dokter yang jadi sumbernya, tapi dia ngasih lagi ke orang lain, tapi kayaknya tertutup banget data-datanya,” jelas Novarita dikutip Tribun Jakarta, Sabtu (16/1/2021).

“Saya mau tahu motivasinya apa, kalau untuk perbaikan kan kita harus tahu datanya agar jelas, apakah tidak ada perhatian atau dia pergi ke rumah sakit inisiatif nggak sabar nunggu. Karena kan memang sekarang ini di IGD ramai banget, akhirnya dia nyari-nyari mungkin sampai 10 rumah sakit,” ucapnya.

Dinkes Kota Depok Terima Kritikan dengan Tangan Terbuka

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok, Novarita, mengaku pihaknya masih mencari tahu terkait informasi adanya seorang paaien Covid-19 yang meninggal di taksi online setelah ditolak sejumlah rumah sakit (RS) di Kota Depok.

Peristiwa yang dikabarkan terjadi pada 3 Januari 2021 itu dikatakan Novarita masih belum bisa dipastikan pihaknya sebagai efek dari penuhnya RS di Kota Belimbing itu.

Jika pun kasus tersebut muncul sebagai kritikan terhadap penanganan Covid-19 di Kota Depok, Novarita menegaskan pihaknya akan menerima dengan tangan terbuka.

"Kalau dia berniat untuk perbaikan di Kota Depok, ya saya terbuka, apa-apa yang harus di evaluasi, saya terima kritikan. Saya juga menyadari keterbatasan RS," ucapnya saat dihubungi Warta Kota, Minggu (17/1/2021).

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Depok
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Depok (www.depok.go.id)

Atas kejadian yang kini membuat nama Depok di sebut-sebut, Novarita mengaku dirinya tergerak untuk mendatangi keluarga pasien yang dimaksud.

"Saya cari-cari siapa sih (pasien tersebut), pasien yang mana. Pengin saya kunjungi untuk mendengar ceritanya. Sejauh ini juga ngga ada laporan dari RT atau RW kalau ada warganya yang meninggal karena ditolak di RS Depok," tegasnya.

Alarm Sudah Berbunyi Sejak November

Alarm soal ancaman kolapsnya fasilitas kesehatan di Depok sudah berbunyi sejak akhir November, kurang lebih 2 pekan usai awal lonjakan pasien Covid-19 di Depok terjadi pada 11 November 2020.

Dua rumah sakit besar milik pemerintah, yaitu RSUD Kota Depok dan RS Universitas Indonesia (RS UI) menyampaikan bahwa okupansi ruang isolasi Covid-19 mereka mulai menyentuh 80 persen.

Dari peringatan itu, ketersediaan ICU bagi pasien bergejala berat jadi hal yang paling mengkhawatirkan karena jumlahnya memang sedikit, sehingga tak dapat menerima seluruh pasien Covid-19 yang dirujuk kepada 2 rumah sakit itu.

Pada 29 Desember 2020, ketika jumlah pasien Covid-19 sudah 3.343 orang, Direktur RSUD Kota Depok Devi Maryori membenarkan bahwa instalasi gawat darurat (IGD) di rumah sakit yang ia bawahi penuh. Akibatnya, pasien mesti mengantre.

Baca juga: Pasien Covid-19 Meninggal Setelah Ditolak Sejumlah RS, Kadinkes Kota Depok: Ditolak RS Mana?

Sepekan berselang, Novarita menyebut keterisian tempat tidur isolasi pasien Covid-19 mendekati 90 persen.

Sementara 56 ICU di 21 rumah sakit nyaris penuh seluruhnya. Menindaklanjuti krisis ketersediaan tempat tidur isolasi dan ICU, Satgas Penanganan Covid-19 Kota Depok mengundang beberapa direktur rumah sakit untuk duduk bareng.

“Kami identifikasi gedung yang mereka punya. Saat ini kita sedang berkoordinasi dengan rumah sakit terkait kemampuan penambahan tempat tidur isolasi dan juga untuk ICU,” kata Dadang Wihana, juru bicara satgas, pada Kamis (7/1/2021).

“Lalu, (memetakan) rumah sakit apa yang bisa dikerjakan, dari pemerintah kota apa yang bisa diintervensi. Demikian pula kami akan mengusulkan kepada Provinsi dan Pusat terkait ventilator yang jadi kebutuhan kita. Jumlahnya disesuaikan dengan sarana yang ada di rumah sakit. Direktur rumah sakit mengkonkretkan jumlah ruangan yang digunakan untuk tempat tidur ICU,” jelasnya.

Saat ini, jumlah pasien Covid-19 di Depok sudah 4.204 orang, terbanyak selama 10 bulan pandemi melanda.

Sebagian berita ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Warga Depok Meninggal di Taksi Online Usai Ditolak 10 RS Covid-19, Bukti Pandemi Makin Gawat"  Penulis : Vitorio Mantalean

Penulis: Vini Rizki Amelia
Editor: Mohamad Yusuf
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved