Breaking News:

Bupati Bekasi: Jangan Patah Semangat Menghadapi Covid-19

Banyak rencana pembangunan yang terhenti karena anggarannya dialihkan untuk penanggulangan Covid-19.

Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Agus Himawan
Warta Kota
Bupati Bekasi, Eka Supria Atmaja 

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI - Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja mengajak masyarakat tidak patah semangat dalam menghadapi pandemi Covid-19 yang masih berkepanjangan. Meskipun ada program vaksinasi, menurutnya, tetap terpenting adalah tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan.

"Bicara Covid-19 memang kita rasakan sudah sangat melelahkan dan menguras tenaga. Tapi kita jangan patah semangat. Insya Allah Covid ini bisa kita tanggulangi bersama. Kuncinya kita semua harus berperan aktif menjaga protokol kesehatan dengan baik," kata Eka, dalam keterangan, pada Minggu (17/1/2021).

Bupati menambahkan, banyak rencana pembangunan yang terhenti karena anggarannya dialihkan untuk penanggulangan Covid-19. Maka itu kehadiran vaksin, yang mampu menumbuhkan imunitas sebesar 65 persen dapat menurunkan angka positif Covid-19.

Baca juga: Donald Trump Akhiri Jabatan dengan Rating Jeblok, Terendah Di Antara Para Presiden Sebelumnya

Baca juga: Inter Milan vs Juventus: Andrea Pirlo Sebut Antonio Conte Sebagai Inspirasi untuk Menjadi Pelatih

"Mudah-mudahan Covid ini segera selesai dan anggarannya bisa kembali kita gunakan untuk membangun. Sebentar lagi akan ada vaksin. Tetapi sebelum datangnya vaksin, saya mengajak masyarakat untuk terus menjaga protokol kesehatan," beber Eka.

Data terbaru dari laman resmi Satgas Covid-19 Kabupaten Bekasi, pikokabsi.bekasikab.go.id, Minggu (17/1/2021) mencatat, penambahan kasus positif sebanyak 337 orang, pasien sembuh 324 dan angka kematian tidak ada pemambahan masih 191.

Untuk total kasus terkonfirmasi positif di Kabupaten Bekasi 11.272 orang. Dari angka ini, sebanyak 10.223 sudah dinyatakan sembuh, 191 meninggal dunia dan 858 orang dalam perawatan.

Vaksinasi wilayah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat belum dilakukan. Proses vaksinasi itu tidak berbarengan dengan wilayah tetangga Bodebek (Bogor, Depok, Kota Bekasi). Hal itu dikarenakan dosis vaksin sinovac belum dikirimkan Kabupaten Bekasi belum dikirimkan vaksin sinovac oleh Pemerintah Pusat.

Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bekasi, memperkirakan vaksinasi akan dilakukan pada Februari 2021. "Direncanakan dikirim Februari, mudah-mudah benar dan segera kita bisa lakukan proses vaksinasi," kata Ketua Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bekasi Eka Supria Atmaja, Minggu (17/1/2021).

Baca juga: Apresiasi Upaya Pelestarian Lingkungan, Gubernur Ganjar Lakukan Penanaman Pohon di Salaman

Baca juga: Kompetisi Liga 1 2020 Belum Ada Kejelasan, Robert Rene Alberts Batalkan Program Latihan Tim Persib

Bupati Bekasi itu memertanyakan alokasi vaksin covid-19 untuk Kabupaten Bekasi. Padahal, wilayahnya itu sebagai daerah masih dalam zona merah. Pemerintah Pusat harusnya turut menyertakan Kabupaten Bekasi dalam vaksinasi serentak tahap pertama di wilayah Bodebek dan Bandung Raya.

“Kami minta (vaksin) diutamakan untuk Kabupaten Bekasi. Dinas Kesehatan sudah saya minta untuk berkoordinasi dengan pusat. Saya sendiri siap jika harus lebih dahulu divaksin,” jelas Eka. Eka mengungkapkan pihaknya terus berupaya mendorong agar pemerintah pusat segera melakukan pengiriman vaksin tersebut. Tidak hanya minta dipercepat, Eka pun mendorong agar alokasi vaksin bagi Kabupaten Bekasi ditambah.

“Ini kan kataya lagi diproses, kami menunggu, karena memang ini kami tetap berupaya agar di Kabupaten Bekasi secepatnya vaksin ini bisa dilakukan kepada warga Kabupaten Bekasi. Namun kami memerlukan kepastian sehingga terus diupayakan,” bebernya.

Sementara Juru Bicara Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bekasi, Alamsyah mengatakan Kabupaten Bekasi sampai saat ini belum menerima jatah kuota vaksin padahal pihaknya sudah beberapa kali menyampaikan terkait pengajuan distribusi vaksin tahap pertama bagi para tenaga medis di wilayahnya.

Baca juga: Jasad Pramugari NAM Air Teridentifikasi Lewat Sikat Giginya

Baca juga: TACB Temukan Kerusakan Pada Relief, Kerusakan Pada Bagian Lengan Petani

"Kami ajukan 12.234 dosis vaksin untuk tenaga kesehatan, sudah disetujui pusat dan provinsi namun hingga hari ini belum ada informasi soal pengiriman vaksin ke kita," katanya. Keterlambatan distribusi, kata dia, tidak mempengaruhi pemerintah daerah melakukan sejumlah langkah persiapan hingga saat vaksin tiba nanti.

Mulai dari simulasi vaksinasi, pelatihan vaksinator, sosialisasi di fasilitas kesehatan yang menjadi titik pelaksanaan vaksinasi, sarana penyimpan vaksin, hingga operasionalisasi vaksin. "Kami juga sudah siapkan tempat penyimpanan vaksin di Gudang Farmasi Kabupaten Bekasi," katanya.

Alamsyah mengatakan nantinya proses vaksinasi akan dilakukan di 46 rumah sakit, 44 Puskesmas dan aatu klinik. Di 91 lokasi itu pihaknya menyiagakan tenaga vaksinator yang bertugas menyuntikkan vaksin kepada para tenaga medis yang telah terdaftar sebagai penerima vaksin. "Jadi di semua lokasi vaksinasi kami sudah menyiapkan masing-masing empat tenaga vaksinator yang sudah dibekali pelatihan sebelumnya," tandasnya

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved