Jumat, 24 April 2026

Vaksinasi Covid19

Setelah Disuntik Vaksin Covid-19 Anggota DPRD DKI Jakarta Gilbert Simanjuntak Mengantuk dan Lapar

Gilbert Simanjuntak, anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDIP, coba berterus terang setelah divaksin Covid-19.

Editor: Valentino Verry
Kompas.com
Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta Gilbert Simanjuntak mengaku mengantuk dan lapar setelah disuntik vaksin Covid-19. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Gilbert Simanjuntak, anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDIP, coba berterus terang setelah divalsin Covid-19.

Sebagai tenaga kesehatan di RS Universitas Kristen Indonesia (UKI), Cawang, Jakarta Timur, Gilbert mendapat giliran disuntik vaksin, Jumat (15/1/2021), di Puskesmas Cawang.

Menurut Gilbert, dirinya diminta beristirahat selama 30 menit usai disuntik untuk menunggu ada tidaknya efek samping."Saya agak ngantuk (setelah divaksin), setelah 30 menit agak ngantuk," ucapnya, Sabtu (16/1/2021).

Tak hanya itu, setelah lewat masa tunggu, mantan Wakil Rektor UKI ini juga mengaku merasa kelaparan.

Padahal, biasanya Gilbert tak merasa lapar hingga pukul 12.00 WIB. Namun, kali ini baru pukul 11.00 WIB ia sudah merasa kelaparan.

Foto Ilustrasi vaksin Covid-19.
Foto Ilustrasi vaksin Covid-19. (Sumber: SHUTTERSTOCK/solarseven/via Kompas.tv)

Menu sarapan yang disantap Gilbert sebelum vaksinasi pun sama seperti hari-hari biasanya, yaitu telur setengah matang dan segelas susu.

"Biasanya sampai jam 12.00 WIB itu kuat, tapi kemarin jam 11.00 selesai (divaksin) itu ngantuk dan lapar," ujarnya.

Selain ngantuk dan lapar, Gilbert mengaku tak merasakan efek samping lain setelah divaksin Covid-19 hingga saat ini. Meski sudah divaksin, Gilbert mengaku tetap was-was dan merasa kurang aman.

Pasalnya, efikasi vaksin buatan Sinovac ini hanya 65 persen, lebih rendah dibandingkan vaksin buatan Pfizer (95 persen), Moderna (94,1 persen), dan Sinopharm (79,34 persen).

"Kalau saya bisa dapat efikasi lebih tinggi, saya akan lebih memilih itu. Lebih tenang rasanya," katanya.

Menurutnya, perasaan kurang aman ini merupakan hal yang lumrah. Sebab, efikasi vaksin Covid-19 buatan Sinovac ini hanya berkisar di angka 65 persen. Artinya, masih ada peluang 35 persen seseorang yang telah divaksin terpapar Covid-19.

Seorang dokter menunjukkan kotak vaksin virus corona Covid-19 yang diproduksi oleh perusahaan China Sinovac Biotech.
Seorang dokter menunjukkan kotak vaksin virus corona Covid-19 yang diproduksi oleh perusahaan China Sinovac Biotech. (SILVIO AVILA / AFP)

"Risiko terinfeksi 35 persen sama lima persen pilih mana? Ya pasti yang lima persen lebih aman," tuturnya.

Untuk diketahui, program vaksinasi Covid-19 sudah mulai dijalankan di DKI Jakarta sejak Kamis (14/1/2021) lalu. Total sebanyak 60.000 tenaga kesehatan menjadi sasaran utama tahap pertama vaksinasi Covid-19 di ibu kota ini.

Nantinya, setiap penerima vaksin bakal mendapat dua dosis yang diberikan secara bertahap dengan selang waktu dua pekan.

Adapun jumlah vaksin Covid-19 yang telah diterima DKI Jakarta dari pemerintah pusat hingga saat ini ialah sebanyak 120.040 dosis.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved