Kamis, 30 April 2026

Kondisi Kurang Sehat dan Punya Kormobid, Beberapa Tenaga Medis Batal Divaksinasi

Sementara tenaga kesehatan yang satu lagi datang untuk mengikuti vaksin dengan kondisi demam

Tayang:
Penulis: Junianto Hamonangan | Editor: Agus Himawan
Warta Kota/Junianto Hamonangan
Petugas medis Puskesmas Kecamatan Cilincing mengikuti program vaksinasi Covid-19 pada tahap pertama, Kamis (14/1/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Sebagian tenaga medis di Rumah Sakit Tanjung Priok, Jakarta Utara batal untuk mengikuti proses vaksinasi Covid-19. Berbagai faktor jadi penyebab batalnya vaksinasi Covid-19 tersebut.

Direktur Rumah Sakit Tanjung Priok Balqis Rahmah mengatakan kegiatan vaksinasi Covid-19 tenaga kesehatan digelar di Lantai 2 pada pukul 08.00-12.00 dan pukul 13.00-14.00. Selama dua hari vaksinasi pada Kamis (14/1/2021) dan Jumat (15/1/2021), ada sebanyak 30 dari 33 tenaga kesehatan yang sudah menerima vaksin Covid-19 selama dua hari.

“Dan selama dua hari total tenaga kesehatan yang mengikuti vaksinasi sebanyak 33 peserta,” kata Balqis, Jumat (15/1/2021). Balqis mengatakan bahwa untuk hari pertama atau Kamis (14/1/2021) ada sebanyak 15 tenaga kesehatan terdaftar mengikuti vaksin. “amun ada dua tenaga kesehatan yang tidak bisa ikut vaksin,” ungkap Balqis.

Baca juga: English Academy, Kelas Online Bahasa Inggris di Ruangguru, Ini Ragam Keunggulan dan Cara Daftarnya

Baca juga: Disorientasi Hingga Pernah Dikandangkan Jadi Dugaan Penyebab Jatuhnya Sriwijaya Air di Kep Seribu

Masing-masing tenaga kesehatan itu diketahui memiliki komorbid. Sementara tenaga kesehatan yang satu lagi datang untuk mengikuti vaksin dengan kondisi demam. “Sehingga ditunda pelaksanaannya,” ungkap Balqis. Sementara pada Jumat (15/1/2021) yang terdaftar ada 18 peserta. Namun di antara para peserya ada satu tenaga kesehatan yang harus ditunda untuk proses vaksinasi. “Satu orang memiliki komorbid asma, jadi juga ditunda pemberian vaksinnya,” kata Balqis.

Balqis berharap dengan adanya vaksin ini dapat lebih menjamin tenaga kesehatan dalam melakukan pelayanan untuk masyarakat. “Dengan diberikannya vaksin, mereka sebagai garda terdepan untuk menghadapi, melayani pasien lebih aman dan istilahnya lebih terjamin melakukan pelayanan,” ucapnya.

Balqis juga mengimbau kepada masyarakat khususnya Jakarta Utara ikut menyukseskan program vaksin yang diberikan pemerintah. “Mari kita bersama-sama mengikuti program pemerintah dalam mendapatkan vaksin Covid-19 ini, sehingga kita semua dapat melewati pandemi dan terhindar dari Covid-19,” katanya.

Baca juga: VIDEO Kepala Basarnas dan Panglima TNI Akan Bertolak ke Lokasi Bencana di Mamuju dan Banjarmasin

Baca juga: PT Pos Indonesia Kurang SDM, Penyaluran BST Rp 300 Ribu Gagal Dilakukan Secara Door To Door

Sementara, Wali Kota Jakarta Barat, Uus KUswanto mengatakan, ada 931 orang tenaga kesehatan di Jakarta Barat telah mendapat vaksin Covid-19. Adapun, pelaksanaan vaksinasi Covid-19 telah berjalan sejak Kamis (14/1/2021).

“Sementara 18.660 vial vaksin Covid-19 telah diterima Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat pada Rabu (13/1),” ujar Uus melalui keterangan resmi, Jumat (15/1/2021). Pengambilan vaksin dikawal oleh polisi sampai ke gudang vaksin di tingkat Kota Jakarta Barat. Dari gudang, vaksin telah didistribusikan ke fasilitas kesehatan yanh mampu melakukan pelayanan vaksin di Jakarta Barat.

“Fasilitas kesehatan yang mampu pelayanan vaksin di Jakarta Barat adalah enam puskesmas kecamatan, 13 puskesmas kelurahan, empat RSUD, empat RS vertikal, 18 RS swasta,” ujar Uus. Di samping itu, Uus menjelaskan bahwa sebanyak 72 pos vaksinasi tersedia di Jakarta Barat. “Total 72 Pos Vaksinasi: 41 pos di puskesmas, empat pos di RSUD, lima pos di RS Vertikal, 22 pos di RS swasta,” ujarnya.

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved