Breaking News:

Kriminalitas

Update Kasus Konspirasi Pengurusan IMB RS Graha Medika Bogor, Saksi Ungkap Biaya Pelicin Rp 60 Juta

Update Kasus Konspirasi Pengurusan IMB RS Graha Medika Bogor, Saksi Ungkap Biaya Perizinan Hingga Puluhan Juta Rupiah

Istimewa
Sidang kasus pemalsuan sekaligus konspirasi dalam pengurusan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) rumah sakit Bogor dengan terdakwa Fikri Salim (FS) dan Rina Yuliana (RY) terus bergulir di Pengadilan Negeri Bogor pada Rabu (13/1/2021) 

WARTAKOTALIVE.COM, BOGOR - Sidang kasus pemalsuan sekaligus konspirasi dalam pengurusan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) rumah sakit (RS) Graha Medika Bogor kembali digelar di Pengadilan Negeri Bogor pada Rabu (13/01/2021).

Kali ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan dua saksi dari pihak konsultan dalam kasus terdakwa Fikri Salim (FS) dan Rina Yuliana (RY) .

Sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Arya Putra Negara Kutawaringin itu dihadiri para penasihat hukum (ph) kedua terdakwa, sedangkan para terdakwa mengikuti sidang melalui daring dari tempat berbeda.

Saksi pertama yang dihadirkan jaksa, adalah Warsono dari RS Jakarta Medikal Center dan kedua Muhamad Syahrofi sebagai Konsultan dari PT Kreasi Cemerlang Nusantara yang ditugaskan membuat kajian Analisis Dampak Lalu Lalin (Andal Lalin).

Di ruang sidang Muhamad Syahrofi mengatakan, dirinya dikontak oleh terdakwa Rina Yuliana dan diminta membuat kajian Analisa Dampak Lalu Lintas (Andalalin) untuk pembangunan RS Graha Medika Bogor dengan berkas site plan bangunan empat lantai dua basement.

Untuk jasa pembuatan Andalalin, saksi mengajukan penawaran sebesar Rp 60 Juta, namun ditawar dan disepakati dengan harga Rp 55 juta dengan dua kali pembayaran.

Untuk data sekunder antara lainnya seperti site plan, izin lokasi dikirim terdakwa Rina dikirim via email.

Baca juga: Sanggupi Permintaan Sandi Jadi Penasehat Utama, Dino Patti Djalal Minta Dibayar Pakai Dendeng Balado

“Pembayaran dilakukan dua tahap yang mulia, pertama Rp 27,5 juta di transfer Rina pada tahun 2016 dan pembayaran kedua setelah rekom selesai September 2016 dibayar cash (tunai) di Simpang Yasmin Bogor,” kata saksi.

Sementara JPU menunjukan berkas pengeluaran uang berupa kwitansi untuk pembayaran jasa pembuatan Andalalin sebesar Rp 100 juta.

Hal tersebut secara langsung dibantah oleh saksi.

Halaman
1234
Editor: Dwi Rizki
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved