Breaking News:

Vaksinasi Covid19

STRATEGI Vaksinasi Covid-19 Indonesia Mirip China Dikritik Internasional, Ini Cara Jerman & Inggris

Strategi vaksin Covid-19 Indonesia yang mirip China dikritik pakar internasional. Bandingkan dengan strategi Jerman, Inggris, dan Kanada.

Dokumentasi Sekretariat Presiden
Strategi Vaksinasi Covid-19 di Indonesia dikritik pakar internasional. Raffi Ahmad setelah selesai disuntik vaksin Covid-19 di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Rabu (13/1/2021) pagi. 

Di Inggris, orang pertama yang menerima vaksin COVID-19 di luar persyaratan percobaan adalah seorang pensiunan berusia 90 tahun.

Di Kanada, penerima pertama hanya sedikit lebih muda, yaitu 89.

Di Jerman, seorang penghuni panti jompo berusia 101 tahun berada di antrean pertama.

Inggris memprioritaskan imunisasi lansia dan pekerja penting untuk mencapai kekebalan kawanan terhadap Virus Corona varian baru. Dalam foto, Brian Pinker yang berusia 82 tahun menerima vaksin Universitas Oxford dan AstraZeneca pertama di dunia di Oxford, Inggris, pada 4 Januari 2021
Inggris memprioritaskan imunisasi lansia dan pekerja penting untuk mencapai kekebalan kawanan terhadap Virus Corona varian baru. Dalam foto, Brian Pinker yang berusia 82 tahun menerima vaksin Universitas Oxford dan AstraZeneca pertama di dunia di Oxford, Inggris, pada 4 Januari 2021 (AP/dailymail.co.uk)

Namun di Indonesia, negara terparah terkena virus di Asia Tenggara dengan 836.718 kasus terkonfirmasi dan 24.343 kematian (kemarin), pemerintah memilih strategi vaksinasi yang tidak ortodoks.

Baca juga: DKI Utamakan Vaksinasi 60.000 Tenaga Kesehatan Hingga 20 Tokoh Masyarakat

Pada fase pertama yang dimulai pada Rabu dan berlanjut hingga akhir Maret, 1,3 juta petugas kesehatan dan 17,4 juta pekerja dari layanan publik - polisi, tentara, guru, dan birokrat - akan menerima suntikan Vaksin Sinovac (CoronaVac).

CoronaVac adalah vaksin yang dikembangkan  Perusahaan Cina Sinovac Biotech.

Setelah itu, vaksin akan diberikan kepada orang dewasa yang bekerja.

“Indonesia menargetkan usia produktif pada 18 hingga 59 tahun daripada orang tua karena kami belum menyelesaikan uji klinis tahap tiga untuk orang-orang dalam rentang usia ini dengan vaksin Sinovac,” kata juru bicara Kementerian Kesehatan Dr Nadia Wikeko  kepada Al Jazeera.

“Kami masih menunggu peninjauan BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan Indonesia) untuk melihat apakah vaksin tersebut dapat digunakan dengan aman untuk orang di atas 60 tahun.”

Presiden Jokowi Menerima Vaksin Covid Pertama di Istana Negara, Rabu (13/1/2021)
Presiden Jokowi Menerima Vaksin Covid Pertama di Istana Negara, Rabu (13/1/2021) (istimewa)

Warga Mendukung, Ahli Skeptis 

Halaman
1234
Editor: Suprapto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved